Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wantimpres: UMM Sudah Wujudkan Roadmap Menuju Indonesia Emas 2045

Neny Fitrin • Selasa, 27 Juni 2023 | 17:07 WIB

Rektor UMM Prof Dr Faizan MPd (tengah) bersama Ketua Wantimpres RI Jend TNI (Pur) Wiranto (dua dari kiri) dan tim di kampus UMM, kemarin (26/6)
Rektor UMM Prof Dr Faizan MPd (tengah) bersama Ketua Wantimpres RI Jend TNI (Pur) Wiranto (dua dari kiri) dan tim di kampus UMM, kemarin (26/6)

Dari Kunjungan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

 

Revitalisasi dan penguatan karakter bangsa menjadi hal vital yang harus diupayakan. Tantangan itu dijawab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan berbagai program. Dua di antaranya adalah Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat dan Center of Excellence (CoE).

MALANG - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal TNI (Purn) Dr H Wiranto SH SIP MM mengapresiasi kinerja UMM dalam upayanya memajukan bangsa. Bahkan apa yang dilakukan oleh kampus putih ini merupakan program riil dalam menyokong Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Wiranto
dalam kunjungannya ke UMM, kemarin (26/6).

Wiranto mengungkapkan, dia dan tim memang ingin mendengarkan suara dan masukan dari kampus. Tujuannya, mencari ide, masalah-masalah bangsa, dan berguru.

Karena menurutnya, membangun bangsa dan mencapai tujuan Indoensia Emas 2045 perlu adanya persatuan, toleransi, dan juga kolaborasi dari semua unsur negara.

“Salah satu aspek penting adalah pemanfaatan bonus demografi sebagai jalan meraih Indonesia 2045," ujarnya.

"Bangsa pemenang tidak ditentukan dari siapa yang paling kuat dan besar, tapi siapa yang paling cepat. Utamanya dalam mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas dia.

Wiranto menilai bahwa bonus demografi harus digunakan dengan sebaik mungkin. Sebab jika tidak digarap dengan baik, pengangguran akan meningkatkan dan berakibat menjadi beban demokrasi.

“Saya rasa roadmap menuju kemajuan Indonesia sudah diwujudkan melalui apa-apa yang dilaksanakan oleh UMM. Nanti tentu akan muncul butir-butir usulan yang menjadi bahan kami untuk memberikan masukan kebijakan pada presiden,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, Wiranto ditemani oleh para anggota yang terdiri dari Dr H Soekarwo SH MHum., Putri Kuswisnu Wardani MBA dan Dr (HC) dr H R Agung Laksono.

Rektor UMM Prof Dr Fauzan MPd menyerahkan tanda mata kepada Ketua Wantimpres RI Jend TNI (Pur) Wiranto
Rektor UMM Prof Dr Fauzan MPd menyerahkan tanda mata kepada Ketua Wantimpres RI Jend TNI (Pur) Wiranto

Salah satu hal menarik disampaikan Putri. Menurutnya, negara maju bisa berkembang dengan pesat berkat sinergisitas pihak pemerintah, akademisi, dan bisnis. Hal serupa juga seharusnya bisa diusahakan oleh Indonesia.

Putri juga mengapresiasi CoE yang bisa mengisi kebutuhan pendidikan masa depan. Anak-anak muda tidak hanya belajar di kelas saja, tapi bisa langsung belajar di industri.

Pada akhirnya, mereka bisa menjadi SDM siap pakai dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Hal ini bisa jadi contoh bagus dan perhatian bagi perguruan tinggi lain.

Hal serupa dijelaskan Soekarwo dan Agung. Menurut Soekarwo, ada banyak masalah yang harus segera ditangani Indonesia, termasuk terkait teknologi.

Mantan gubernur Jatim itu menyebut adanya tantangan-tantangan digital seperti penggunaan artificial intellegence (AI), big data, hingga internet of things. Tantangan community development juga masih menunggu untuk digarap.

“Saya kira pengembangan pertanian dan pupuk organik yang dilakukan UMM sudah sangat tepat. Apalagi harga pupuk juga naik dan membebani petani,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Fauzan MPd menjelaskan upaya-upaya nyata kampus putih untuk membangun bangsa. Dua di antara program unggulannya adalah CoE yang mengatasi masalah negara Indonesia.

Yakni dengan mengakselerasi dan memperkuat link and match antara perguruan tinggi dan industri. UMM memberikan kompetensi yang sesuai dengan dunia kerja sehingga lulusannya bisa bersaing dengan maksimal.

Begitu pula dengan program Profesor Penggerak Masyarakat yang meningkatkan ekonomi masyarakat. Misalnya pertanian organik yang digalakkan beberapa tahun terakhir di Bondowoso.

Hal serupa juga dilaksanakan di Jember ditambah dengan pengembangan sektor energi. “Terbaru, kami juga merekonstruksi salah satu warisan budaya dunia, yaitu Subak di Tabanan, Bali,” ungkapnya. (Jprm3/nen)

Editor : Neny Fitrin