MALANG- Matematika adalah pelajaran yang sangat penting. Bahkan matematika termasuk dalam mata pelajaran yang menjadi standard untuk diujikan untuk memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi.
Sayangnya, hingga saat ini matematika masih sering dianggap sulit, bahkan menakutkan. Tak jarang, banyak siswa menjadi frustasi dan antipati dengan pelajaran yang satu ini.
Karena itu, dibutuhkan kreativitas para guru agar dapat menyajikan matematika dengan menyenangkan. Untuk melahirkan guru-guru yang kreatif, tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Polinema memberikan edukasi pengenalan Alat Peraga Edukasi (APE) matematika yang sesuai dengan siswa PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Edukasi tersebut diberikan kepada guru-guru PAUD Terpadu Siti Hajar di Kelurahan Tunggul Wulung, Kota Malang.
Yakni mengenal bilangan asli serta mengenalkan konsep penjumlahan dan pengurangan sederhana. Juga menyampaikan manfaat APE. Bahkan masing-masing peserta diberikan panduan penggunaan APE.
“Kami juga memeragakan bagaimana penggunaan APE dalam pembelajaran dengan benar serta sesuai tujuan penggunaan APE. Yaitu memotivasi siswa untuk mengenal konsep matematika sejak usia dini,” terang Zainal Abdul Haris SE MSi Ak, ketua pelaksana.
Harapannya, kata dia, peran guru dalam mengembangkan kegiatan belajar matematika, dalam hal ini membangun rasa ingin tahu anak secara alami bisa tercapai. Baik tentang bentuk, ukuran, jumlah, maupun konsep-konsep dasar lain dalam matematika.
“Salah satu media yang dapat digunakan adalah alat peraga matematika yang memungkinkan siswa belajar sambil bermain seperti APE ini,” terangnya.
Lebih lanjut, menurut Zainal, PPM yang dilakukan bersama beberapa mahasiswa itu sebagai salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Maisaroh SPd MPd, kepala PAUD Terpadu Siti Hajar mengungkapkan terima kasihnya atas program pengabdian yang dilakukan oleh tim Polinema di sekolahnya. Pengenalan APE itu menurutnya sangat bermanfaat bagi guru dalam mengenalkan konsep matematika kepada siswa sejak dini. “Harapannya, pelatihan ini bisa dilanjutkan secara kontinu,” kata dia. (Jprm2/nen)
Editor : Neny Fitrin