Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Prof Endang Beri Semangat Songsong Perubahan, Prof Martaleni Soroti Wisata Halal

Neny Fitrin • Rabu, 12 Juli 2023 | 16:20 WIB
Prof Dr Dra Endang Suswati MS
Prof Dr Dra Endang Suswati MS

Universitas Gajayana (UNIGA) Malang Tambah Dua Guru Besar

Universitas Gajayana (UNIGA Malang) resmi memiliki dua profesor baru. Keduanya merupakan guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Yakni Prof Dr Dra Endang Suswati MS dan Prof Dr Dra Martaleni MM. 

Pengukuhan guru besar tersebut digelar di Aula Utama UNIGA hari ini (12/7). Prof Endang yang membawakan orasi ilmiah yang berjudul Model Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Kepemimpinan Entrepreneur dan Tantangannya menjabarkan beberapa hal.  

Menurutnya, untuk mencapai SDM unggul tantangan yang dihadapi tidak mudah. Namun bukan berarti seseorang tidak dapat mengubah tantangan menjadi peluang.

"Untuk itu, melalui orasi ilmiah ini saya ingin memberikan semangat menyongsong perubahan yang lebih baik guna terciptanya sumber daya manusia yang unggul," terangnya. 

Terutama, lanjutnya, SDM dalam organisasi harus sumber daya yang berharga dan strategis dalam mencapai tujuan organisasi itu sendiri.

Dan dalam rangka mencapai kesuksesan jangka panjang, organisasi perlu memberikan perhatian yang serius terhadap pengembangan dan pemanfaatan SDM secara optimal.

“Berbagai tantangan harus dihadapi sehingga diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, UMKM, sektor pendidikan, dan masyarakat secara keseluruhan,” bebernya. 

"Apalagi Revolusi Industri 4.0 menuntut karyawan untuk lebih produktif, berkontribusi secara maksimal, dan memiliki keunggulan kompetitif," sambung dia. 

Untuk mendukung hal tersebut, maka perlu rancangan model pendekatan yang sesuai dan berkelanjutan di semua tingkatan, dan juga diperlukakan komitmen oleh organisasi. 

Prof Dr Dra Martaleni MM
Prof Dr Dra Martaleni MM

Sementara itu Prof Martaleni membacakan orasi yang berjudul Membangun Kearifan Stake Holders Pariwisata melalui Pengembangan Wisata Halal.

Menurutnya, sektor pariwisata halal cukup berpotensi di Indonesia karena penduduknya mayoritas beragama Islam.

Karena itu, perlu dilakukan upaya membangun kearifan stakeholder pariwisata, terutama dalam memaknai arti dan dampak dari wisata halal.

"Membangun kesadaran ini membutuhkan strategi yang kreatif, mengingat dimungkinkan terjadi perbedaan pemahaman masyarakat atau wisatawan tentang tujuan wisata halal," ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan global, menurut Prof Martaleni, strategi promosi wisata halal dapat menggunakan media sosial.

Misalnya dengan menggunakan media social berupa platform TikTok dengan berbagi video singkat tentang wisata halal.

Selain itu, destinasi wisata dapat mempromosikan layanan wisata dan fasilitas ramah Muslim untuk menarik wisatawan muslim.

Seperti ketersediaan layanan wisata yang komprehensif dan informasi akurat di situs web hingga buku panduan khusus perjalanan wisata Halal.

Dia juga menegaskan bahwa faktor kualitas layanan untuk wisatawan ,uslim pada sebuah destinasi juga perlu mendapatkan perhatian.

Terutama ketersediaan tempat salat atau masjid, ketersediaan pilihan makanan halal, bandara ramah muslim dan ketersediaan musala.

Juga fasilitas wudhu dan ketersediaan pilihan makanan Halal di bandara,  akomodasi ramah muslim, serta pengalaman dan atraksi warisan budaya.

"Komunikasi dan kolaborasi yang efektif dalam meningkatnya kearifan diantara pemangku kepentingan pada sebuah destinasi akan memainkan peran penting dalam mengembangkan infrastruktur yang diperlukan guna membangun ekonomi yang berkelanjutan sebagai implementasi visi Indonesia 2045," pungkasnya. (dur/nen)

 

Editor : Neny Fitrin
#bisnis #guru besar #ekonomi #wisata halal #revolusi industri 4.0 #Pengukuhan #uniga malang