Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SDN Bandungrejosari 1 Lahirkan Tiga Guru Berprestasi

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 29 Juli 2023 | 17:08 WIB
BIKIN BANGGA : Kepala Sekolah Sutiyono SPd MPd (empat dari kiri) bersama guru berprestasi SDN Bandungrejosari 1 Malang yang menjadi PPGP, GP dan CGP beberapa waktu lalu.
BIKIN BANGGA : Kepala Sekolah Sutiyono SPd MPd (empat dari kiri) bersama guru berprestasi SDN Bandungrejosari 1 Malang yang menjadi PPGP, GP dan CGP beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA – SDN Bandungrejosari 1 Malang berhasil melahirkan guru berprestasi. Ada tiga guru yang masing-masing lolos menjadi Pengajar Praktik Guru Penggerak (PPGP), Guru Penggerak (GP), dan Calon Guru Penggerak (CGP).

Mereka yang berprestasi itu antara lain Eko Sulistyawatik SPd lolos program PPGP 2022, kemudian Wulan Romasari SPd lolos program GP, dan Luluk Faridatus Zuhroh SPd sebagai CGP.

Eko Sulistyawatik SPd sebelumnya lolos program GP Angakatan I pada 2021. Pada 2022, dia lolos seleksi PPGP dengan melalui tahapan administrasi, wawancara, serta pembekalan selama 16 hari. Untuk menjadi PPGP, dia harus melakukan pendampingan CGP angkatan 7 di 5 sekolah.

Antara lain SDN Kotalama 5, SMPN 21, SMAN 3, SMAN 6, dan SMKN 6. Selain itu, pada 2023 ini juga berhasil lolos uji kompetensi kepala sekolah dan pengawas. ”Semoga dengan prestasi yang saya raih bisa diterapkan di sekolah dan punya kesempatan menjadi fasilitator ke depan,” ungkap Watik.

FOKUS : Pengajar Praktik Guru Penggerak (PPGP) Eko Sulistyawatik SPd saat memberikan edukasi Merdeka Belajar kepada siswa SDN Bandungrejosari 1 Malang.
FOKUS : Pengajar Praktik Guru Penggerak (PPGP) Eko Sulistyawatik SPd saat memberikan edukasi Merdeka Belajar kepada siswa SDN Bandungrejosari 1 Malang.

Sementara Wulan Romasari SPd yang lolos program GP tidak ikut seleksi PPGP tahun lalu. Itu karena dia ingin fokus menerapkan ilmu yang didapat untuk siswanya di kelas 5. Wulan ingin menjadikan pembelajaran berpusat pada siswa supaya lebih inovatif dan kreatif.
”Guru bisa jadi content creator untuk sekolah dan pribadi. Selain itu, juga GP harus bisa mengajak, mengarahkan dan memberi contoh guru lain agar termotivasi untuk ikut menjadi CGP,” ungkap Wulan.

Kemudian yang terakhir ada Luluk Faridatus Zuhroh SPd yang dibimbing langsung oleh GP dan PPGP yang sebelumnya sudah lolos. ”Semoga kualitas pendidikan di Kota Malang bisa lebih baik lagi dengan banyaknya guru penggerak,” ungkap Luluk.

INOVATIF : Guru Penggerak Wulan Romasari SPd memberikan arahan kepada salah satu siswinya untuk pembiasaan literasi di SDN Bandungrejosari 1 Malang.
INOVATIF : Guru Penggerak Wulan Romasari SPd memberikan arahan kepada salah satu siswinya untuk pembiasaan literasi di SDN Bandungrejosari 1 Malang.

Kepala SDN Bandungrejosari 1 Malang Sutiyono SPd MPd bangga dengan tiga guru yang menoreh prestasi itu. Dia ingin guru juga punya inovasi dalam mengajar. ”Program dari Kemendikbud dan Disdikbud harus disukseskan, dengan memfasilitasi potensi luar biasa dari seluruh guru kami,” kata Sutiyono.

Atas prestasi itu, SDN Bandungrejosari 1 Malang juga berhasil meraih peringkat ke-60 se-Kota Malang pada Ujian Kompetensi Daerah (UKD) tahun lalu. Selain itu ada penerapan program anti bullying dan sekolah ramah anak, guru, sekolah serta lingkungan dengan cepat mencari solusi pada setiap masalah dan berkoordinasi program-program sekolah. (bes/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#SD Kota Malang #Guru Penggerak