Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

30 Guru SD Belajar Jadi Jurnalis

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 1 Agustus 2023 | 19:50 WIB
BUDAYA LITERASI : Wakil Ketua K3S, Pemateri Pengawas SD dan Redaktur Pelaksana JP Radar Malang bersama peserta Diklat Jurnalistik Guru se-Kecamatan Blimbing, Senin (31/7).
BUDAYA LITERASI : Wakil Ketua K3S, Pemateri Pengawas SD dan Redaktur Pelaksana JP Radar Malang bersama peserta Diklat Jurnalistik Guru se-Kecamatan Blimbing, Senin (31/7).

KOTA MALANG – Sebanyak 30 guru SD dari 30 sekolah se Kecamatan Blimbing mengikuti Diklat Jurnalistik di kantor Jawa Pos Radar Malang, Jalan Kawi 11 B, Kecamatan Klojen, kemarin (31/7). Mereka mempelajari cara menulis sesuai kaidah jurnalis, sehingga bisa mengisi website milik sekolah masing-masing.

Kegiatan yang digelar untuk kali pertama itu bertujuan meningkatkan kompetensi guru di bidang literasi, pembuatan berita di media sosial (medsos) sekolah, dan sebagai salah satu prasyarat kenaikan pangkat atau golongan untuk guru atau kepala sekolah (kasek).

Diklat Jurnalistik Guru yang dimulai pukul 09.00 itu dibuka oleh Wakil Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Blimbing Drs Agus Hadi Subagyo MM. "Perubahan konsep pembelajaran harus dilakukan sekolah dimulai dari guru. Salah satunya dengan melek literasi dan pembiasaan menulis di web atau medsos sekolah,” ujar Agus.

MOTIVASI : Pengawas SD Pembina Utama (IV/E) memberikan motivasi kepada peserta yang juga guru untuk membiasakan budaya literasi menulis dan membaca di sekolah.
MOTIVASI : Pengawas SD Pembina Utama (IV/E) memberikan motivasi kepada peserta yang juga guru untuk membiasakan budaya literasi menulis dan membaca di sekolah.

”Agar masyarakat tahu apa yang kita lakukan, muncul kepedulian dengan sekolah, dan memudahkan siswa mengakses informasi tentang sekolah,” tambah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bulan depan akan purna tugas tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pemateri pertama oleh Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Malang Mahmudan. Usai penyampaian materi tentang kiat mudah dan inspirasi untuk bisa mulai menulis tersebut, masing-masing guru langsung praktik menulis.

”Hampir 90 persen guru (yang menjadi peserta diklat jurnalistik) sudah bisa menulis. Tinggal dibiasakan dan melek IT (information and technology) agar bisa jadi karya,” ujar Mahmudan di sela-sela mengevaluasi tulisan peserta.

INSPIRATIF : Peserta Diklat Jurnalistik, yang berani maju dan membacakan hasil Karya Tulisnya mendapat hadiah langsung dari Redaktur Pelaksana JP Radar Malang
INSPIRATIF : Peserta Diklat Jurnalistik, yang berani maju dan membacakan hasil Karya Tulisnya mendapat hadiah langsung dari Redaktur Pelaksana JP Radar Malang

Kemudian pemateri kedua dari dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) Kota Malang, yang diwakili oleh Pengawas SD Pembina Utama (IV/E) Kota Malang Dr Ida Yuastutik MPd. Penyampaian materi lebih banyak pada motivasi dan sharing ilmu best practice tentang metode pembelajaran literasi.

"Mengutip pedoman Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Guru itu digugu lan ditiru. Jika semua guru sudah terbiasa literasi, tidak lama lagi Indonesia akan menguasai dunia," ungkap Ida di akhir sesi materi.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Malang juga akan menggelar event serupa untuk guru SD di Kecamatan Sukun dan Kedungkandang pada Agustus ini. Manager Pemasaran dan Ekspedisi Jawa Pos Radar Malang Ardi Pratama berharap lebih banyak yang hobi berliterasi.

”Terus mengembangkan potensi literasi dan membagikan ilmu literasinya ke seluruh siswa. Ini untuk pendidikan Kota Malang yang lebih baik lagi,” katanya. (bes/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#guru #radar malang #jurnalis