BALI - Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang (DBUB) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas). Pengmas bertujuan memberi kesempatan dan fasilitas untuk terus meningkatkan Ilmu Pengetahuan bagi Guru dan Siswa SMA. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wujud implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi Dosen.
Pengmas tahun 2023 ini berlangsung di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 secara luring. Tema yang diusung adalah “Pendalaman Materi Imunologi dan Analisa Fitokimia bagi Guru dan Siswa SMA Bali Barat”.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan memberikan gambaran aplikatif terkait dengan konsep imunologi dan pemanfaatan bahan alam bagi masyarakat. Khususnya guru dan siswa SMA/SMK.
Prof. Muhaimin Rifa’i, S.Si., PhD. Med.Sc menjadi ketua Pengmas DBUB di Bali Barat. Dosen Anggota antara lain Prof. Dr.Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., PhD. Med.Sc dan Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc.
Pengmas juga melibatkan mahasiswa DBUB dari Working Group Human Aging and Wellness, yaitu Kavana Hafil Kusuma, S.Si., Sefihara Paramitha Sakti, S.Si., M.Si., Fikriya Novita Sari, S.Si., M.Si., dan asisten peneliti yaitu Dr. Yuyun Ika Christina, M.Si.
Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berasal dari beberapa SMA di Bali Barat, yaitu, SMAN 1 Negara, SMAN 2 Negara, SMAN 1 Pekutatan, dan SMAN 1 Melaya.
Ketua DBUB Yoga Dwi Jatmiko, S.Si., M.App.Sc., Ph.D. membuka acara, dilanjutkan paparan materi yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama yaitu pemahaman konsep Imunologi, mencakup tentang sistem imun tubuh manusia, Covid-19 dan Vaksin serta gambaran tentang penelitian-penelitian di bidang Imunologi.
Sementara, sesi kedua yaitu pendalaman materi tentang pemanfaatan bahan alam sebagai bahan dasar jamu. Kemudian, materi soal teknik ekstraksi senyawa aktif tanaman serta, aplikasi penelitian dari pemanfaatan jamu untuk meningkatkan sistem imun dan pengobatan beberapa penyakit. Materi praktis ini disinergikan dengan materi imunologi pada paparan sebelumnya.
Tidak hanya penjabaran materi saja, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga disertai demonstrasi kontekstual. Ini sebagai upaya strategi dosen DBUB dalam mewujudkan pemahaman, pemaknaan dan penghayatan dalam bentuk praktik agar lebih aplikatif.
Pemaparan materi disertai metode demonstrasi ini terbukti meningkatkan ketertarikan siswa SMA dalam memahami pelajaran. Itu terlihat dari antusiasme peserta dalam menyaksikan kegiatan demo dengan diskusi aktif dari siswa maupun guru yang turut serta.
Proses demonstrasi tersebut diperagakan langsung oleh dosen dan mahasiswa DBUB. Misalnya, teknik ekstraksi tanaman obat, teknik pemberian treatment obat herbal pada hewan coba. Kemudian, handling hewan coba, anatomi hewan coba hingga teknik isolasi organ-organ limfoid.
Pengmas ini terlaksana dengan lancar dan sukses. Para peserta turut aktif mengajukan berbagai pertanyaan pada sesi diskusi. Mayoritas peserta juga menyatakan sangat berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan kembali di lain waktu dengan waktu pertemuan yang lebih panjang.
Di penghujung acara pelatihan ini, seluruh Dosen dan Mahasiswa DBUB yang terlibat menyampaikan terimakasih atas antusiasme peserta kegiatan sehingga kegiatan pengmas ini dapat terselenggara dengan baik.(jprm1)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana