Bank Jatim cabang Kepanjen, Kabupaten Malang kembali mengadakan safari literasi keuangan. Jika pada 27 Juli lalu di SMK Cendika Bangsa, Rabu (9/8) kemarin giliran SMAN 1 Kepanjen. Dalam kesempatan itu, Bank Jatim Kepanjen tidak hanya melakukan sosialisasi seputar pentingnya mengatur keuangan sejak dini, tetapi juga membagikan buku tabungan.
EDUKASI dan Literasi Keuangan yang digelar oleh Bank Jatim Cabang Kepanjen di SMAN 1 Kepanjen, Rabu (9/8) mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mengangkat tema Kejar Prestasi Anak Indonesia )Kreasi) dengan Meningkatkan Pengetahuan Literasi Keuangan Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Kepanjen, acara tersebut dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bakorwil III Malang.
Masing-masing adalah Kasubag Pengawasan Pasar Modal OJK Malang Azhar Falaqi dan Dra Anny Saulina MSi, perwakilan cabang Disdik wilayah Kabupaten Malang. Sedangkan dari Bank Jatim sendiri diwakili oleh pemimpin bidang operasional Y. Sri Indahsari. Tampak pula Kepala SMANEKA-sebutan SMAN 1 Kepanjen- Sugeng Satrio Utomo SPd MPd.
Dalam paparannya, Azhar Falaqi banyak menjelaskan tentang latar belakang berdirinya OJK sebagaimana diatur dalam UU No 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Termasuk lembaga apa saja yang menjadi welayah pengawasannya. “OJK tidak hanya mengawasi perbankan, tetapi juga industri keuangan non-bank (IKNB) serta pasar modal,” kata dia. “Termasuk penyelenggara inovasi keuangan digital,” tambahnya.
Karena itu, sebagai generasi Z yang memegang penuh peranan pembangunan ke depan, anak-anak muda harus bijak dalam mengelola keuangan. Jangan pernah merasa gengsi, tidak punya cita-cita, salah investasi, salah mengelola arus kas, dan menunggu musibah datang tanpa persiapan. Karena semua itu merupakan penyebab utama masalah keuangan.
“Jangan sampai terjerat dengan pinjaman online (pinjol), karena itu menyesatkan. Rencanakan keuangan sejak muda dengan menabung atau berinvestasi yang aman,” tegas dia.
Pemimpin bidang operasional Bank Jatim cabang Kepanjen Y. Sri Indahsari mengatakan, kemampuan untuk memahami dan mengelola keuangan secara efektif atau literasi keuangan ini sangat penting. Karena pelajar masa kini adalah calon-calon pemimpin masa depan. Sehingga mereka harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengambil keputusan keuangan yang cerdas.
“Masih banyak pelajar kita yang belum memahami konsep dasar seperti tabungan, investasi dan utang,” ucapnya.
Selain itu, para siswa juga rentan menjadi korban atau perangkap kartu kredit dan pinjol. Nah, literasi keuangan seperti ini dapat meminimalisir risiko keuangan sehingga mereka bisa mengambil keputusan lebih tepat. “Yang paling dasar, para siswa harus tahu tentang pengelolaan uang secara tunai, pembukaan rekening bank, dan penggunaan kartu kredit,” terang Indahsari.
Literasi keuangan lanjutan yang juga harus dipahami adalah tentang investasi, asuransi, dan perencanaan keuangan jangka panjang, serta literasi tentang keuangan digital seperti penggunaan mobile banking atau e-walet. “Bank Jatim memiliki program SimPel atau Simpanan Pelajar yang bebas administrasi dengan setoran awal Rp 5 ribu saja,” tegasnya. (qq/nen/jprm3)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana