MALANG KOTA – Masa pengenalan kehidupan kampus atau ospek bagi mahasiswa baru (maba) segera dimulai. Penjual atribut ospek pun mulai menjamur di sekitar kampus. Seperti kemarin, sejumlah penjual musiman itu membuka lapak di jalur pedestrian Jalan Veteran.
Sejumlah atribut seperti sepatu pantofel, lanyard, kaos kaki, hingga dasi hitam pun tersedia lengkap. Koordinator Pedagang Kaki Lima (PKL) Musiman Oki Santoso mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua dia kembali berjualan di sana. Sebab, pandemi Covid-19 membuat dia dan teman-temannya libur berjualan selama 2 tahun.
”Sekarang sudah ada kuliah luring, jadi kami bisa berjualan lagi,” ucapnya.
Oki mengaku sebelum memulai berjualan, dirinya lebih dulu mengajukan izin ke Satpol PP Kota Malang. Sesuai dengan izin yang diberikan, dia dan para pedagang diberi waktu hingga 20 Agustus mendatang.
”Jadi total kami akan berjualan 10 hari dan kami memaksimalkan waktu yang ada,” ungkapnya.
Lento, pedagang atribut ospek lain juga mengaku telah puluhan tahun memanfaatkan momen musim maba untuk berjualan. Dia mengaku momen itu cukup menguntungkan. Terutama bila membuka lapak di depan Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB).
”Makanya lokasinya kami pilih di Jalan Veteran karena yang paling banyak mabanya di sini,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menyebut maba dari kampus lain seperti Politeknik Negeri Malang (Polinema) juga kerap mencari atribut di sana. Lento mengaku hanya menyediakan perlengkapan umum saja seperti dasi hitam, kaos kaki, ikat pinggang, dan sejumlah pita yang biasa digunakan maba sebagai pengenal asal fakultas.
Dari pantauan wartawan koran ini, adanya penjual atribut ospek itu jadi incaran para maba. Sebagian maba yang melintas di sana pun menyempatkan mampir untuk mencari barang yang dibutuhkan. (dre/adn)
Editor : Aditya Novrian