KOTA MALANG — Sebanyak 35 guru SD se Kecamatan Kedungkandang mengikuti Diklat Jurnalistik Guru, kemarin (28/8). Mereka dibekali teknik menggali ide, sekaligus membuat tulisan yang enak dibaca dan mudah dipahami.
Acara yang digelar Jawa Pos Radar Malang tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang literasi, pembuatan berita di website dan social media sekolah. Dan dengan belajar menulis, diharapkan bisa menjadi salah satu prasyarat peningkatan pangkat atau golongan untuk guru atau kepala sekolah (kasek).
Diklat diawali dengan pemaparan materi dari Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Malang Mahmudan. Usai mendapatkan materi, para peserta diminta mempraktikkan menjadi tulisan bertema ”sekolahku cerminanku”, kemudian dievaluasi bersama. "Peserta dari Kecamatan Kedungkandang sangat inspiratif dan punya semangat tinggi untuk bisa menulis," ungkap Mahmudan.
Hadir sekaligus memberikan motivasi peserta adalah Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Tujuwarno SPd MPd. Dalam sambutannya, Tuju menyampaikan bahwa guru harus bisa menulis. ”Dengan aktivitas yang dilakukan tiap hari, itu bisa jadi bahan untuk membuat karya tulis. Karena di sekolah guru menjadi teladan siswa dalam berliterasi," jelasnya.
Sedangkan pemateri kedua dari disdikbud yang diwakili oleh Pengawas SD Kota Malang Sriah SPd MPd. Penyampaian materi lebih banyak berfokus pada motivasi dan sharing ilmu best practice tentang metode pembelajaran literasi.
"Literasi di Kecamatan Kedungkandang sudah bagus, tinggal mengasah dan membiasakan guru untuk meng-upload di website atau social media sekolah. Selain membiasakan berliterasi juga sebagai show up ke masyarakat di sekitar sekolah ," ungkap dia di akhir sesi materi.
Tidak berhenti disini, Jawa Pos Radar Malang juga akan menggelar event serupa untuk guru di Kecamatan Klojen dan Lowokwaru pada Oktober nanti.
Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kedungkandang Drs Heri Sunardi MM merespons positif kegiatan tersebut. ”kami sangat terbantu jika guru senang berliterasi. Selain untuk pribadi guru, juga untuk bahan promosi sekolah sebelum tahun ajaran baru," tambahnya. (bes/jprm2/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana