MALANG KOTA - Perayaan Milad Ke-37 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Khadijah Malang berlangsung dengan meriah pada Sabtu (23/9). Sebanyak 510 siswa MI mengenakan kostum warna-warni yang berasal dari daur ulang sampah. Mulai dari baju adat Papua hingga kostum putri raja tumpah ruah di pawai tersebut.
Ketua Panitia Acara Milad MI Khadijah Malang Yahya Ramadhan menjelaskan, pawai itu mengangkat tema daur ulang sampah. Selain pawai, sekolah turut melibatkan para orang tua untuk berlomba. Lomba tersebut meliputi hias tumpeng dan adu yel-yel.
”Selain itu, ada penampilan tari tradisional dari masing-masing jenjang kelas dan penampilan dari ekstrakurikuler,” jelas guru kelas 5 tersebut.
Sebelum puncak acara milad, rangkaian acara telah dilaksanakan sejak beberapa bulan yang lalu. Pada Juli lalu, MI Khadijah mengadakan kegiatan santunan untuk anak yatim piatu. Agenda selanjutnya adalah perlombaan 17 Agustus. Lalu rangkaian milad dilanjutkan dengan tahsin dan tadabbur Alquran.
”Kami juga melakukan bakti sosial dan agenda sisir sampah di sekitar madrasah,” ungkapnya.
Kepala MI Khadijah Dra Sa’adah mengatakan, pawai pakaian daur ulang berfungsi untuk mengurangi sampah yang ada. Selain itu, daur ulang sampah juga dapat melindungi habitat alam dan mengurangi kerusakan lingkungan.
”Untuk puncak milad kami persiapkan dalam waktu satu bulan. Ragam acara milad dirancang untuk melibatkan siswa, orang tua, dan madrasah dalam satu sinergi yang sama. Harapannya hal ini dapat menginspirasi orang lain,” ujarnya.
Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Kota Malang H. Abdul Mughni MAg mengapresiasi pawai milad MI Khadijah itu.
”Salah satu cara dalam pembentukan karakter di kurikulum merdeka adalah kreativitas. Hal ini yang diwujudkan oleh MI Khadijah,” pungkasnya. (kj1/adn)
Editor : Aditya Novrian