Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tim Pengabdian FEB Unisma Gagas Digital Marketing dan Peningkatan Efektivitas Jamur Nutrisi

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 16 Oktober 2023 | 18:36 WIB
Serah terima alat pencampur media tanam otomatis, press pneumatic, serta alat sterilisasi media tanam jamur.
Serah terima alat pencampur media tanam otomatis, press pneumatic, serta alat sterilisasi media tanam jamur.

Wujudkan Green Economy Pascapandemi

MALANG - Pandemi telah meninggalkan banyak pelajaran pada masyarakat di berbagai belahan dunia hingga melahirkan ragam inovasi untuk melanjutkan kehidupan.

Salah satunya bertahan di bidang ekonomi.

Pemerintah pun turut mendukung berbagai UMKM di Indonesia agar terus maju dan bertahan menghadapi berbagai kendala-kendala, mulai dari penyediaan produk hingga pemasaran.

Tim dosen dan mahasiswa juga turut aktif mendukung UMKM sekitar untuk menghadapi berbagai kendala di tengah era digital ini.

Yakni dengan melaksanakan pengabdian.

Tidak hanya tentang pemanfaat era digital, namun juga menawarkan solusi terkait peningkatan efektivitas produksi.

Tim dosen dan mahasiswa tersebut diketuai oleh Satria Putra Utama SE, MM, dosen yang juga staf Lab Digital Business FEB Universitas Islam Malang dengan anggota Dr Sama' Iradat Tito SSi MSi, Kepala Inkubator Bisnis Unisma, pendamping UMKM sekaligus Fasilitator Pertanian Tanaman Organik dengan anggota Supriono SSOS MAB, dosen FIA UB.

Terlibat pula 20 mahasiswa Unisma dalam pengabdian ini.

“Pada kegiatan pengabdian masyarakat kali ini, mahasiswa aktif membantu dalam seluruh pendampingan kegiatan pembuatan alat media tanam serta pendampingan pemasaran digital,” ungkap Satria.

“Harapannya dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja karena sudah berkecimpung secara langsung,” tambahnya.

Pelaksanaan pengabdian juga menunjukkan bahwa dosen dan mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, namun juga mampu menerapkan ilmu hingga berdampak untuk masyarakat luas termasuk UMKM.

UMKM Jamur Nutrisi Malang merupakan target pengabdian, bahkan mulai dari analisa produk, permasalahan hingga solusi telah di laksanakan oleh tim tersebut.

Jamur Nutrisi Malang merupakan UMKM yang bergerak pada bidang ekonomi dengan memproduksi jamur tiram.

Salah satu komoditas pangan ini banyak diminati oleh masyarakat baik karena nikmat dikonsumsi, mengandung berbagai nutrisi untuk daya tahan tubuh hingga harga yang terjangkau.

Dibuktikan dengan peningkatan permintaan jamur tiram tiap tahunnya.

Jamur tiram merupakan salah satu dari 5 jenis konsumsi yang paling banyak di budidayakan, akan tetapi produksi jamur tiram masih tergolong rendah apabila dibandingkan dengan permintaan masyarakat yang cukup tinggi yang kemudian merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh pelaku UMKM.

UMKM Usaha budidaya jamur tiram “Home Jamur Nutrisi Malang” adalah usaha perseorangan milik Dharma Yudha SM.

Usaha Jamur Nutrisi dimulai pada pertengahan 2014 dan mampu bertahan hingga saat ini.

Adapun produk yang dihasilkan oleh UMKM antara lain: media tanam jamur tiram (baglog), jamur tiram mentah, dan jamur tiram olahan.

UMKM tersebut melakukan proses produksi jamur tiram secara mandiri mulai dari pencampuran media tanam, pembuatan baglog, pensterilisasi baglog sampai dengan pemasarannya.

Untuk pemasaran produk, Jamur Nutrisi Malang ini tidak hanya menjual hasil panen yakni jamur tiram, tetapi juga menjual keperluan budidaya jamur tiram seperti media tanam jamur (baglog) hingga nutrisi atau vitamin jamur tiram yang berfungsi untuk pertumbuhan jamur tiram agar hasil produksi semakin baik.

Inilah alat pencampur media tanam otomatis, press pneumatic dan alat sterilisasi media tanam jamur.
Inilah alat pencampur media tanam otomatis, press pneumatic dan alat sterilisasi media tanam jamur.

Mengamati ketersediaan produk yang ditawarkan oleh UMKM Jamur Nutrisi Malang, UMKM ini menawarkan produk lengkap yang dapat di jangkau baik oleh masyarakat yang ingin melakukan budidaya jamur tiram sampai masyarakat yang ingin mengonsumsi jamur tiram.

“Sistem pemasaran yang diterapkan tidak hanya secara langsung, tetapi juga menggunakan pihak kedua dan menggandeng masyarakat sekitar untuk berjualan,” terang Satria.

Sedangkan pemasaran secara digital dilakukan sejak tahun 2020-an menggunakan Facebook, Instagram, dan Platform Shopee. Hanya saja masih dianggap kurang maksimal.

Padahal, prospek budidaya jamur tiram sangat menjanjikan jika kualitas dan kuantitas produk sesuai dengan persyaratan.

Terlebih lagi usaha jamur tiram tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan dan dapat mengurangi limbah.

“Hasil analisa kami, proses produksi mengalami beberapa kendala pascapandemi ini. Khususnya pada tahapan pembuatan baglog (media tanam) yang masih manual sehingga membutuhkan waktu dan biaya besar,” terangnya.

“Dan hal ini dapat menyebabkan terhambatnya ketersediaan jamur karena proses produksi yang lama,” terangnya.

Permasalahan kedua, manajemen usaha yang kurang baik serta bagian pemasaran yang kurang efektif dan merata, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil produksi bahkan hasil penjualan yang kurang maksimal.

Beberapa solusi pun dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Untuk produksi baglog, diberikan alat pencampur media tanam otomatis, press pneumatic, serta alat sterilisasi media tanam jamur.

Serah terima alat dilaksanakan baru-baru ini agar dapat semakin cepat digunakan dan menjadikan proses produksi lebih efektif dan efisien.

Tim pengabdian kepada masyarakat FEB UB menyerahkan cinderamata kepada Risca Kurniasari SE MM usai penjadi pembicara tentang pemasaran digital.
Tim pengabdian kepada masyarakat FEB UB menyerahkan cinderamata kepada Risca Kurniasari SE MM usai penjadi pembicara tentang pemasaran digital.

Solusi untuk permasalahan kedua yakni pelatihan Manajemen Usaha dan Pemasaran hasil tanaman jamur secara digital.

Pelatihan manajemen usaha menghasilkan Jurnal Pengabdian Masyarakat ber sinta 4 dengan Tema Analisa SWOT UMKM Jamur.

Sementara itu untuk pemasaran digital hasil tanaman jamur mengundang dosen Bina Nusantara @Malang Campus sebagai pematerinya.

Yaitu Risca Kurnia Sari, SE., MM yang juga seorang calon doktor.

Kedua cara tersebut diharapkan mampu meningkatkan Green Economy dari UMKM Jamur Nutrisi terutama di masa pascapandemi yang telah dilaksanakan pada September lalu.

“Pengabdian ini telah dimulai sejak Februari hingga Agustus. Kami melaksanakan uji pendahuluan yang meliputi FGD dengan mitra dan perumusan program kerja, analisa manajemen usaha, percobaan membuat baglog secara manual, pemantauan lapang, serah terima alat sampai pendampingan manajemen usaha serta pendampingan pemasaran,” beber Satria. (Jprm1)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#FEB #UNISMA #Pengabdian