MALANG KOTA - Sebanyak 1.528 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Malang diwisuda kemarin (19/10).
Bertempat di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, prosesi wisuda berjalan khidmat.
Para wisudawan tersebut berasal dari 13 kabupaten dan kota.
Wisudawan tersebut berasal dari empat fakultas seperti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Direktur UT Malang Dr Lilik Sulistyowati mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas diraihnya gelar sarjana dan magister.
”UT itu kuliahnya digital, jadi menciptakan generasi digital," tuturnya.
Maka dari itu, dia berharap lulusan UT dapat diterima di semua institusi.
Pada 2019 lalu, lulusan UT menjadi yang terbanyak diterima sebagai aparatur sipil negara (ASN) mencapai 1.954 lulusan.
Lilik menyebutkan saat ini sebanyak 20.967 mahasiswa UT masih aktif mengikuti perkuliahan.
Di samping itu, sebanyak 90 persen mahasiswa UT merupakan lulusan SMA/SMK sederajat.
”Berbeda dengan dulu yang UT dikenal sebagai kampus untuk guru-guru saja," imbuh Lilik.
Para lulusan UT sudah sangat dekat dengan teknologi.
Itu karena sejak awal perkuliahan sudah melalui daring.
Bahkan sebelum pandemi Covid-19, UT sudah melakukan pembelajaran berbasis internet.
”Lulusan UT ini sangat disiplin karena kami belajarnya pakai internet, kalau dia close dari satu sistem pasti akan tertinggal," tuturnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT Prof Dewi Patmo mengatakan, lulusan UT adalah orang-orang hebat.
Berbeda dengan lulusan perguruan tinggi lain yang konsentrasinya hanya untuk belajar.
Lulusan UT banyak merangkap berbagai profesi sekaligus sebagai istri, suami, ayah dan juga ibu.
”Saya rasa kita juga harus tepuk tangan untuk bapak ibu, mertua, suami, istri yang ada di belakang yang telah mengizinkan bapak ibu untuk kuliah di UT," ungkapnya.
Sebelumnya, UT Malang menggelar seminar dengan tema ”Generasi Digital Berdaya Saing Global” pada Rabu (18/10).
Acara dilaksanakan secara daring dengan diisi oleh pembicara nasional yang juga alumni UT Bayu Oktara.
Aktor, presenter, sekaligus dosen tersebut menjelaskan mengenai smart society 5.0.
Di mana masyarakat dituntut untuk mampu menyelesaikan tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi dengan menggunakan inovasi, terutama yang muncul pada era revolusi industri 4.0.
”Ada 3 hal yang harus dimiliki untuk menjadi smart society," tuturnya.
Pertama, kata Bayu ialah karakter, di mana karakter yang dimiliki akan menambah kedalaman ilmu.
Ia mencontohkan seperti sifat jujur, disiplin, kerja keras, mandiri hingga rasa ingin tahu.
Yang kedua ialah kecerdasan.
Menurutnya kecerdasan seperti kemampuan verbal pasti memengaruhi banyak bidang.
”Apalagi saat ini di era VUCA ( Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity)," imbuh Bayu. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana