Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terungkap, Bocah TK Ternyata Sudah Bisa Bully Teman Kelas

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 31 Oktober 2023 | 19:00 WIB
Ilustrasi bocah TK bully teman sekelas di pesisir Kabupaten Malang
Ilustrasi bocah TK bully teman sekelas di pesisir Kabupaten Malang

MALANG KOTA – Pola asuh anak di Kabupaten Malang patut menjadi perhatian serius.

Diduga akibat pola asuh, seorang siswa taman Kanak-Kanak (TK) di pesisir Malang selatan terindikasi melakukan bullying terhadap temannya.

Itu terungkap dalam hasil penelitian Dr Eny Nur Aisyah SPdI MPd, seorang dosen pendidikan guru PAUD Universitas Negeri Malang (UM).

Pihaknya melakukan dua penelitian di dua PAUD.

Ironisnya, aksi bullying di sana seolah dianggap wajar.

“Artinya, mengumpat, bahkan menendang itu menjadi hal lumrah dalam relasi sosial mereka,” ucap perempuan yang melakukan penelitian selama 1 tahun 2 bulan itu.

Eny menyampaikan, hal itu dilatarbelakangi oleh pengasuhan tunggal.

Dia mengungkap, anak-anak di pesisir pantai tersebut banyak yang diasuh oleh single parent.

Misalnya orang tua satunya bekerja di luar kota maupun akibat perceraian.

“Kalau tidak begitu ya diasuh oleh kakek- neneknya,” imbuhnya.

Selain itu, Eny melanjutkan, pola pengasuhan dengan kekerasan juga menjadi pemicu anak-anak usia dini di sana melakukan bullying kepada sesama temannya.

Dalam penelitian tersebut, dia menyebut, Jaka (nama samaran) disegani teman-temannya.

Bocah itu kerap melakukan kekerasan, baik verbal maupun fisik kepada teman-temannya.

Termasuk menjadikan temannya sebagai kacung.

Misalkan membawakan tasnya dan sebagainya.

Usut punya usut, Eny menyampaikan, Jaka tertekan dengan pola asuh sang Ayah.

Dia kerap mendapatkan kekerasan di rumah.

“Itu yang menjadi dorongan dia melakukan hal yang sama terhadap orang lain,” ucapnya.

Dari kasus tersebut, dia menilai perlu adanya peran banyak pihak.

Mulai orang tua, guru, dan masyarakat sekitar.

Sebab, pada dasarnya anak-anak hanyalah menirukan perilaku orang tuanya.

Untuk itu, Eny mengusulkan ada strategi fasilitatif dalam pola pengasuhan pada anak-anak di sana.

Selama ini pola respons dan didikan hanya bersifat teacher parent centre.

Sementara, menurut dia, anak-anak perlu diberi ruang untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya.

“Sehingga anak tidak hanya pasif menerima informasi, instruksi, dan materi saja,” pungkasnya.(dre/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bully #bocah tk