MALANG KOTA - Suasana SMPK Kolese Santo Yusup (Kosayu) 1 Malang sedikit berbeda pada Selasa lalu (31/10). Siswa-siswi masuk sekolah menggunakan baju adat daerah yang beragam. Mereka yang memakai baju adat seperti Jawa hingga Minang berbaris rapi di halaman sekolah.
Hal itu melambangkan keberagaman yang ada di Indonesia dapat diterima dengan baik oleh siswa-siswi SMPK Kosayu 1 Malang. Wakil Kepala SMPK Kosayu 1 Malang E.M Irma Susanti mengatakan, momen bulan bahasa jadi semangat yang diusung para siswa. Sebab, setiap 28 Oktober yang diperingati Hari Sumpah Pemuda membawa makna yang positif.
”Dengan momen bulan bahasa ini kami harap hubungan antarsiswa bisa semakin erat, bahkan menular ke guru maupun ketika bersosialisasi ke masyarakat,” harap Irma.
Suasana jadi semakin spesial, mereka juga kedatangan siswa-siswi SDK Santo Yusup 2 Malang. Para siswa SDK Santo Yusup 2 Malang mengikuti lokakarya yang diadakan SMPK Kosayu 1 Malang.
Dengan begitu, hubungan antara kedua sekolah semakin akrab. Tak salah jika Irma menyebut acara bulan bahasa yang digelar bertujuan untuk mempererat hubungan antara murid SMPK Kosayu 1 Malang dan SDK Santo Yusup 2 Malang yang merupakan tetangga dekat.
”Jadi nanti ketika sudah keluar sekolah mereka jadi semakin akrab. Karena dalam dunia pendidikan diajarkan untuk memberikan contoh yang baik,” ujar Irma. Para siswa dari kedua sekolah pun terlihat akrab. Bahkan pada bulan bahasa itu mereka bisa semakin dekat sesuai dengan semangat juang para pemuda. (*/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana