MALANG KOTA- Puluhan kursi kepala sekolah (kasek) dari jenjang TK, SD, dan SMP bakal kembali kosong.
Pada triwulan pertama tahun ini, tercatat ada 24 kepala sekolah yang akan purna tugas.
Terdiri dari satu kasek jenjang TK, satu kasek jenjang SMP, dan 22 kasek jenjang SD.
Kabar pensiun itu sekaligus membuka peluang bagi guru yang telah mengantongi sertifikat diklat calon kepala sekolah.
Mereka akan diprioritaskan untuk menggantikan kasek yang pensiun.
Itu sesuai dengan regulasi baru tentang pengangkatan kasek.
Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Tujuwarno mengatakan, saat ini kasek harus berasal dari alumni guru penggerak.
Kendati begitu, pihaknya mengatakan guru penggerak tak bisa serta merta langsung menjadi kepala sekolah.
Sebab, ada banyak pertimbangan lainnya.
Di antaranya memiliki pengalaman menjadi pejabat struktural sekolah.
Seperti wakil kepala sekolah bidang apa pun.
Namun, Tuju mengaku akan tetap memprioritaskan guru yang telah mengantongi sertifikat diklat calon kepala sekolah.
Pasalnya, saat ini pemegang sertifikat diklat tersebut masih tersisa.
”Kami akan habiskan dulu guru yang punya sertifikat diklat calon kepala sekolah,” ungkapnya.
Dia mengestimasi masih ada sekitar 20 guru yang memiliki sertifikat tersebut. Semua merupakan guru dari jenjang SMP.
Sementara untuk jenjang TK dan SD sudah tak ada lagi.
Tuju menambahkan, saat ini rencana pengangkatan kepala sekolah masih dibahas.
Sebab, untuk mengangkat kepala sekolah akan ada tes khusus dari tim seleksi yang dibentuk Disdikbud.
Tuju menyebut, tim tersebut terdiri atas Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM), dan badan terkait.
Sementara itu, Wakil Ketua Komunitas Guru Penggerak Kota Malang Pipit Pudji Astutik mengatakan, setiap jenjang pendidikan di Kota Malang sudah memiliki guru penggerak.
Mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA atau SMK.
Ia menyampaikan bila jumlahnya terus bertambah.
Itu karena animo guru di Kota Malang cukup tinggi dalam mengikuti program guru penggerak.
”Desember tahun lalu jumlah guru penggerak bertambah 76 orang,” kata dia.
Itu membuat jumlah guru penggerak di Kota Malang saat ini mencapai 330 orang.
Pipit mengatakan, selama ini sudah ada beberapa guru penggerak yang telah diangkat menjadi kepala sekolah.
Termasuk dirinya.
Kendati begitu, dia menilai juga ada pertimbangan lainnya bagi seseorang sebelum diangkat menjadi kasek.
”Yang jelas harus berpengalaman dan memiliki kemampuan managerial yang bagus,” ucapnya.(dre/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana