Selain Bahasa Belanda, Bahasa Arab juga punya peran besar dalam dialek khas Malangan.
Selain Ebes yang terinspirasi dari kata Sebeh, ada istilah Asrob.
Istilah itu biasa digunakan Arek Malang sebagai kata ganti minum.
Kata itu berasal dari Bahasa Arab "Yashrab", yang artinya juga minum.
”Itu membuktikan bahwa kalangan Suku Arab di Kota Malang tahun 70-an cukup mendominasi pergaulan. Salah satu faktornya karena mereka tinggal di pusat kota,” papar Peneliti Bahasa Malangan Nurenzia Sidharta.
Meskipun terinspirasi dari Yashrab, Arek Malang tak menyerap kata itu mentah-mentah.
Pelafalannya tetap disesuaikan dengan lidah orang Jawa.
”Kata Yashrab itu telah disesuaikan dengan pelafalan Bahasa Jawa,” tambah Nurenzia.
Huruf 'Y' kemudian dihilangkan.
Jadilah istilah Asrob yang banyak digunakan Arek-Arek Malang zaman dulu.
Istilah itu masih sering dilafalkan sampai periode 2000-an.
Sayangnya, sejumlah anak muda saat ini masih awam dengan istilah khas Malangan tersebut. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana