MALANG- Sebanyak 20 tim dari Kota Malang Sabtu (2/3) adu strategi dalam Turnamen Mobile Legend di SMK Sriwedari Kota Malang. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang sore itu tidak hanya mengasah kemampuan bermain game online, tetapi juga untuk menghasilkan bibit-bibit unggul pemain E-sport.
Wreda Tri Witosari, kepala SMK Sriwedari Malang menjelaskan, ini adalah kompetisi mobile legend pertama yang diadakan sekolahnya. Dari 20 tim itu, masing-masing beranggotakan lima orang yang semuanya setingkat pelajar SMP sederajat.
Mereka tidak hanya mengejar skor tertinggi, tetapi juga kekompakan tim, dan adu strategi. “Kenapa mobile legend? Karena beberapa waktu belakangan ini E-sport sedang tren di semua kalangan. Termasuk di kalangan pelajar. Karena itu kami ingin mewadahi bakat mereka,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga ingin menunjukkan bahwa ada hal positif dari bermain game. Salah satunya mengasah kemampuan sekaligus sarana mendulang prestasi. “Ada dua tim yang melaju ke final. Salah satu dari mereka bakal terpilih jadi yang terbaik,” sambung Wreda.
Hal positif lain yang bisa dipetik dari perhelatan itu adalah keterlibatan para siswa dari tiga jurusan yang dikembangkan sekolah kejuruan ini. Yakni anak-anak manajemen perkantoran, teknik komputer jaringan (TKJ), serta disain komunikasi visual (Diskomvis). Dengan bersama-sama, mereka mererancang sebuah event hingga pelaksanaannya.
“Siswa dari manajemen perkantoran menangani surat menyurat dan administrasi lainnya, anak-anak TKJ mengatur sistem jaringan, sedangkan siswa Diskomvis mengaplikasikan desain pada banner-banner promosi,” terang dia.
Dengan begitu, kemampuan entrepreneurship yang dikedepankan oleh sekolah juga makin terasah. Sehingga semakin mematangkan skill siswa untuk siap memasuki dunia kerja ketika lulus nanti. “Bahkan yang jadi MC masih berusia 14 tahun, dia adalah siswa berbakat dari SMPN 24 Malang,” ucap Wreda.
Lebih lanjut, dalam turnamen tersebut, para pemenang tidak hanya mendapatkan hadiah berupa uang tunai saja. Yayasan Sriwedari juga memberikan beasiswa berupa potongan biaya masuk. Karena kompetisi itu sekaligus dalam rangka menjaring siswa baru.
Ketua Yayasan Sriwedari Malang Made Arya Wedanthara menambahkan, turnamen ini menjadi salah satu kreasi dan inovasi yang dilakukan oieh lembaga pendidikan. Dengan harapan, masayarakat menjadi tahu bahwa SMK Sriwedari yang berdiri sejak 1994 masih ada, bahkan tetap eksis di tengah banyaknya sekolah kejuruan lain di Kota Malang. (Jprm2)