Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Istilah Bahasa Malangan Pengganti Mobil Pemadam Kebakaran Ini Berasal dari Bahasa Belanda, Arek Malang sudah Pasti Tahu

Bayu Mulya Putra • Jumat, 8 Maret 2024 | 17:03 WIB

Blangwir adalah bahasa Malangan untuk pengganti mobil pemadam kebakaran, diserap dari kata Belanda brandweer
Blangwir adalah bahasa Malangan untuk pengganti mobil pemadam kebakaran, diserap dari kata Belanda brandweer
 

MALANG - Bahasa Malangan pengganti untuk kendaraan pemadam kebakaran (damkar) ini berasal dari Bahasa Belanda.

Karena berasal dari negeri Tulip Belanda, pelafalan bahasa untuk kata tersebut menyulitkan warga lokal (warlok) Malangan.

Anak kampus sini (akamsi) para pengguna bahasa Malangan, akhirnya menyerapnya menjadi khas lidah lokal.

Kata yang dimaksud yakni brandweer, yang artinya tim pemadam kebakaran.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, brandweer mulai didirikan di Indonesia pada 1873.

Wilayah pertama yang memiliki tim khusus untuk memadamkan kebakaran yakni Batavia atau Jakarta.

Selanjutnya, pemerintah kolonial Belanda mendirikan tim yang sama di Kota Semarang dan Kota Malang pada 1920.

Karena penyebutan brandweer cukup susah untuk lidah warga Malang Raya, muncul istilah blangwir.

Agar lebih mudah pelafalannya.

”Sama seperti praoto, blangwir juga menjadi simbol upaya modernisasi dari pemerintahan kolonial. Sebelumnya tidak ada tim pemadam kebakaran, mereka yang membawa ke sini (Indonesia),” tutur Peneliti Bahasa Malangan Nurenzia Sidharta.

Berbeda dengan istilah praoto, blangwir masih cukup sering digunakan warga Malang Raya.

Beberapa juga mengistilahkannya dengan gajah.

Itu merujuk dari kode khusus aparat kepolisian.

Empat Markas Damkar di Malang Raya

Di Kota Malang, setidaknya ada empat markas besar pemadam kebakaran milik pemerintah.

Pertama, blangwir Kota Malang biasanya berkandang di Jalan Bingkil Nomor 1 Ciptomulyo Sukun, Malang 65148.

 Di Kabupaten Malang, ada dua titik markas blawngir.

Yaitu di Pendopo Agung Kabupaten Malang Jalan Agus Salim.

Lokasinya memang berada di Kota Malang.

Biasanya, blawngir dari Pendopo Kabupaten Malang mengejar pemadaman api di wilayah utara dan timur, seperti Singosari, Lawang, Pakis dan Tumpang.

Markas kedua blangwir Kabupaten Malang adalah Pendopo Kabupaten Malang Jalan Panji Kepanjen.

Biasanya blangwir di situ menangani kebakaran di Malang Selatan.

Mulai dari Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Turen, Sumbermanjing Wetan, Bantur, Gedangan, Donomulyo hingga Sumberpucung dan Kalipare.

Terakhir, pos pemadam kebakaran keempat ada di Kota Batu.

Tepatnya di Jalan Panglima Sudirman, Pesanggrahan Kota Batu.

Kebetulan, ada wilayah Kabupaten Malang yang berada di sisi barat utara Kota Batu.

 

Yaitu Pujon, Ngantang dan Kasembon.

Pemadaman kebakaran di tiga daerah itu biasanya mengirim pemadam dari Kota Batu.

Apalagi, kawasan Kasembon berbatasan dengan Kabupaten Kediri.

Sehingga, jika ada kebakan di Kasembon seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, pemadam malah datang dari Pare Kabupaten Kediri. (adk/by/fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Blangwir #kamus malangan #bahasa malangan