Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bahasa Kerennya Thrifting, Tapi Gen Z Perlu Tahu Istilah Pengganti dari Arek Malang untuk Berburu Barang Bekas Ini

Mahmudan • Sabtu, 9 Maret 2024 | 14:40 WIB

 

Bahasa kerennya thrifting, bahasa Malangannya ndalbo.
Bahasa kerennya thrifting, bahasa Malangannya ndalbo.

AREK Malang memiliki bahasa sendiri untuk menyebut aktivitas berburu pakaian bekas.

Jika masyarakat pada umumnya mengenal kata ”thrifting”, maka istilah bahasa malangan lebih mengenal ”Dalbo”.

Bagi penutur bahasa Malangan, Dalbo memiliki akronim "udhal-udhal kebo".

Dalam Bahasa Indonesia memiliki arti bongkar karung.

Maksudnya adalah karung berisi pakaian bekas.

Kalau trifthing biasanya lebih memilih baju atau celana yang digantung.

"Sedangkan dalbo dulunya benar-benar membongkar karung untuk mencari pakaian yang diinginkan," tutur sejarawan sekaligus pemerhati bahasa Malangan Restu Respati.

Di Indonesia, thrifting mulai menjamur di tahun 90-an.

Sebutannya dulu beragam. Ada yang menyebut babebo atau barang bekas bos.

Ada juga yang menyebutnya dengan dalbo yang akhirnya menjadi bahasa khas Malangan.

Umumnya barang-barang dari hasil ndalbo ini disebut second.

Mulanya, lanjut Restu, Dalbo identik dengan kalangan menengah ke bawah.

Namun setelah tren berburu pakaian bekas mengalami peningkatan, kelas atas juga tak sungkan melakukan aktivasi udhal-udhal kebo.

”Dua alasan dalbo tersebut sangat digemari. Pertama, karena barang yang didapat bermerek atau branded. Kedua, bisa mendapatkan barang bermerek dengan harga murah," papar Restu.(adk/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kamus malangan #dalboan malang #dalbo #bahasa malangan