Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Metal Detector Makin Canggih, Cegah Kecurangan Ujian UTBK SNBT, Intip Temuan UB soal Peserta Mbeling

Aditya Novrian • Jumat, 19 April 2024 | 17:15 WIB

 

Petugas pelaksana UTBK-SNBT di UB mengecek para peserta sebelum menjalani tes tahun lalu.
Petugas pelaksana UTBK-SNBT di UB mengecek para peserta sebelum menjalani tes tahun lalu.

MALANG KOTA - Di Universitas Brawijaya (UB), sebanyak 899 petugas bakal dikerahkan untuk memelototi agar tak ada peserta curang pada Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) 30 April mendatang.

UB melakukan sejumlah persiapan untuk mencegah peserta ujian curang.

Salah satunya menyiagakan petugas pelaksana saat pelaksanaan tes berlangsung agar peserta ujian tidak bisa curang.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UB Prof Dr Ir Imam Santoso MP mengatakan, ratusan petugas pelaksana itu terdiri atas teknisi, admin server, TI hingga teknisi listrik.

Rinciannya, ada 65 teknisi ruang per hari, 5 petugas admin server per hari, 16 petugas admin TI per hari, 16 petugas penanggung jawab lokasi per hari, 16 petugas penanggung jawab TI per hari, dan 16 petugas teknisi listrik per hari.

Selain itu, akan ada 31 petugas keamanan dan metal detector dan 70 petugas pembantu pelaksana seluruh ruang tiap harinya yang akan bertugas.

Seluruh SDM UTBK UB bakal diminta untuk melakukan proteksi kecurangan lebih ketat lagi.

Misalnya tahun ini UB akan menggunakan teknologi metal detector yang lebih canggih.

Metal detector yang digunakan nanti lebih bagus. Sehingga bisa mendeteksi peralatan elektronik yang kecil,” ungkapnya.

Peningkatan kualitas metal detector merupakan evaluasi terhadap modus-modus kecurangan yang telah terdeteksi tahun lalu.

Hal itu juga diungkapkan oleh Koordinator Pelaksana SNBT UB 2024 Heri Prawoto Widodo SSos MAB.

Pihaknya menyampaikan ada beberapa modus mbeling atau kecurangan yang dilakukan oleh peserta UTBK-SNBT tahun lalu.

Di antaranya dengan mengunakan alat elektronik rakitan yang didesain sekecil mungkin.

Lalu alat tersebut dibungkus dengan aluminium foil.

Hal itu dilakukan untuk menghindari deteksi oleh metal detector.

Selain itu ada kamera-kamera kecil yang terpasang di kancing baju dan titik-tik tersembunyi lainnya.

”Karena memang ada peserta yang tugasnya hanya untuk merekam soal-soal SNBT saja. Tidak benar-benar melakukan tes,” ungkapnya. (dre/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#curang #ujian #Universitas Brawijaya (UB)