MALANG KOTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menambahkan muatan lokal (mulok) Bahasa Inggris untuk jenjang SD.
Penerapannya bakal dilakukan mulai tahun ajaran baru 2024/2025.
Menyikapi itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang meminta seluruh SD untuk mempersiapkan diri.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengatakan, penambahan mulok itu didasarkan pada Kurikulum Merdeka.
Sebab, kemampuan berbahasa Inggris dianggap sebagai penunjang peningkatan mutu dan karakter siswa SD.
”Harus diimplementasikan sejak dini untuk belajar bahasa Inggris,” terang Dodik.
Terlebih, Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Dia memastikan kesiapan semua SD di Kota Malang untuk menerapkannya.
”Ajaran baru pada bulan Juli bisa dimulai,” tambahnya.
Di tempat lain, Kepala Sekolah SD Negeri Sumbersari 3 Juwita Emlina Putri mengaku tak keberatan dengan penambahan mulok Bahasa Inggris.
Sebab, jauh sebelum adanya kebijakan tersebut, siswa-sisinya sudah mempelajari Bahasa Inggris.
”Kalau di SDN Sumbersari 3, Bahasa Inggris sudah ada namun masih ekstrakurikuler,” terang Juwita.
Dia menambahkan jika guru yang mengajar di ekstrakurikuler Bahasa Inggris masih berstatus sebagai guru ekstrakurikuler.
Artinya, belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sehingga, jika sudah diberlakukan, sekolahnya bakal mengajukan guru Bahasa Inggris di Dapodik.
Senada dengannya, Kepala Sekolah SD Negeri Lowokwaru 5 Ruri Patrarini menuturkan hal serupa.
Sekolahnya juga telah menerapkan Bahasa Inggris sebagai ekstrakurikuler.
Ruri sepakat dengan kebijakan baru tersebut.
Terlebih banyak siswanya yang memiliki antusiasme tinggi untuk belajar Bahasa Inggris.
”Kalau sudah ada mulok Bahasa Inggris, saya yakin siswa tidak perlu kursus di luar,” pungkasnya. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana