Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peringati Hari Tari Sedunia, 327 Mahasiswa UM Bawakan Tarian 24 Jam

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 30 April 2024 | 19:36 WIB
Mahasiswa UM menari dalam peringatan hari tari sedunia
Mahasiswa UM menari dalam peringatan hari tari sedunia

MALANG KOTA - Peringatan hari tari sedunia yang berlangsung kemarin (29/4) dilakukan Universitas Negeri Malang (UM). 

Tepatnya oleh 327 mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Seni Tari dan Musik (Sendratasik). 

Mereka berkumpul di gedung C6 Fakultas Sastra (FS) untuk membawakan tarian selama dua jam. 

Ketua Pelaksana UM Menari 24 Jam Tri Wahyuningtyas mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun. 

”Kebetulan hari ini (kemarin) bertepatan dengan Hari Tari Sedunia,” kata dia. 

Tujuannya sebagai bentuk refleksi diri bahwa menari merupakan bagian dari proses ekspresi setiap manusia. 

Kegiatan yang bertajuk 24 jam menari itu digelar selama dua hari. 

Hari pertama dilakukan 12 jam di kampus UM. 

Itu dimulai kemarin pukul 07.00 sampai 19.00. 

Sementara 12 jam berikutnya digelar di Kampung Budaya Polowijen. 

”Secara filosofi menggambarkan 24 jam yang hilang itu akan digantikan hari esok yang lebih baik,” tambahnya. 

Tri menjelaskan, total ada 327 penari yang tampil. 

Mereka adalah mahasiswa aktif dari tiga angkatan beserta civitas akademika termasuk dosen dan alumni. 

”Kami juga berkolaborasi dengan seniman di Kota Malang,” kata dia. 

Para penari terlihat lihai membawakan tari tradisional Indonesia seperti Tari Gambyong, Tari Bali dan Tari Remo. 

Tak hanya itu, juga menampilkan tari kontemporer. 

”Juga ada penampilan khas Malangan, seperti bantengan,” kata dia. 

Lebih lanjut, Dosen Sendratasik UM Robbi Hidajat menyebut antusiasme mahasiswa cukup tinggi dalam kegiatan tersebut. 

Itu terlihat dari mahasiswa yang secara lihai bergantian menari. 

Dia menyebut bahwa kegiatan tersebut tak ada gladhi resik sama sekali. 

Artinya, setiap tarian yang dibawakan secara spontan. 

”Mahasiswa sudah lihai menari, jadi membawakan tarian yang sudah diajarkan selama di kampus,” pungkas Robbi. (ori/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Universitas Negeri Malang (UM) #hari tari sedunia