Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Auto Gagal! Ratusan Peserta UTBK SNBT 2024 di Malang Terdiskualifikasi, Alasannya Bikin Trenyuh, Ada yang Nyamar Jadi Disabilitas?

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 1 Mei 2024 | 19:47 WIB
Pantauan suasana UTBK SNBT 2024 di Universitas Negeri Malang, kemarin (30/4)
Pantauan suasana UTBK SNBT 2024 di Universitas Negeri Malang, kemarin (30/4)

MALANG KOTA - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) hari pertama di Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) diwarnai sejumlah insiden. 

Mulai dari peserta UTBK yang terlambat, server down, hingga puluhan peserta yang tidak hadir. 

Bahkan, cerita salah seorang peserta UTBK ada yang membuat trenyuh.

Baca Juga: Hai Pendaftar SNBT 2024, Ini Prodi dengan Peminat Tertinggi dan Terendah di Universitas Negeri Malang, Besar atau Tidak Peluangmu Lolos?

Data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Malang hingga kemarin sore, peserta UTBK di UM yang tidak hadir mencapai 139 orang. 

Terdiri dari 78 peserta pada sesi pertama dan 61 peserta pada sesi kedua. 

Sedangkan di UB, yang tidak hadir tercatat 113 peserta. 

Koordinator Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UM Imam Agus Basuki menjelaskan, pada sesi I UTBK di UM juga ada 2 peserta yang terlambat. 

Satu peserta berasal dari Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Satu peserta lainnya berasal dari Kecamatan Junrejo, Kota Batu. 

Kisah peserta asal Bantur sedikit membuat iba. 

Dia berangkat dari Bantur bersama tiga temannya naik mobil. 

Semuanya akan mengikuti UTBK, tapi lokasinya berbeda-beda.

Sang sopir pun harus mengantarkan mereka satu per satu. 

”Nah, yang terakhir diantarkan itulah yang akhirnya terlambat. Sementara, tiga teman lainnya bisa masuk ruang ujian tepat waktu,” ungkapnya. 

Sementara itu, satu peserta dari Kecamatan Junrejo baru datang pukul 09.57. 

Dia beralasan tidak tahu kalau kemarin adalah hari pelaksanaan UTBK. 

Parahnya, peserta tersebut mengisi formulir pendaftaran sebagai disabilitas. 

Padahal saat datang ke ruangan panitia, peserta tersebut tampak tidak memiliki kebutuhan khusus apa pun. 

Baca Juga: UTBK Hari Pertama, Universitas Brawijaya Ramai Peserta sejak Dini Hari

Imam menjelaskan, peserta tersebut memohon agar bisa mengikuti ujian pada sesi kedua. 

Tapi permintaan itu tak bisa dikabulkan.

Sesuai regulasi, peserta UTBK yang terlambat akan otomatis terdiskualifikasi. 

Ketentuan yang sama diungkapkan Koordinator Pelaksana UTBK UB Heri Prawoto Widodo. 

Dia menjelaskan, batas toleransi keterlambatan hanya 30 menit saja. 

Selebihnya, penyelenggara tidak bisa mengizinkan peserta UTBK untuk masuk ruang. 

”Kami sudah mengimbau kepada seluruh peserta untuk datang 30 menit sebelum ujian dimulai,” ucapnya. 

Peserta mulai masuk ruang ujian pukul 06.45.

Artinya, batas keterlambatan hanya sampai pukul 07.14 saja. 

Heri mengatakan, setiap sesi UTBK UB bisa menampung 1.850 peserta. 

Namun, pada sesi pertama yang berlangsung pukul 06.45 hingga pukul 10.30, peserta yang hadir 1.524 orang. 

Sebanyak 57 peserta lainnya tidak hadir.

Pada sesi kedua yang berlangsung pada 12.30 hingga 16.30 diikuti 1.522 orang. 

Artinya ada 56 peserta yang tidak hadir.

Heri mengaku tak bisa melacak alasan ketidakhadiran para peserta itu. 

Yang pasti, ketidakhadiran dengan alasan apa pun tidak dapat ditoleransi. 

Sehingga, peserta yang tidak hadir akan langsung didiskualifikasi. 

Baca Juga: Pendaftar UTBK SNBT 2024 dengan Prodi Pilihan UB, Berikut Ini Lima Jurusan dengan Peminat Paling Sedikit, Besar Peluangmu Lolos!

Pada pelaksanaan UTBK sesi pertama di UB kemarin juga ada beberapa komputer yang mengalami kendala server. 

Namun hal itu tidak berlangsung lama, sehingga tidak merugikan peserta. 

”Tadi ada satu dua yang tampilannya berhenti sejenak,” ungkapnya. 

Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Rosihan Asmara mengungkapkan, angka kehadiran tersebut lebih baik dari sebelumnya. 

“Tahun ini angka kehadiran di hari pertama menyentuh 96,42 persen, sementara tahun lalu 95 persen,” terangnya. 

Dia berharap pada pelaksanaan hari selanjutnya angka kehadiran dapat lebih meningkat. Paling tidak hadir seluruhnya. 

“Harapan kami bisa menambah kuota mahasiswa yang melaksanakan UTBK di UB karena fasilitas ujian sudah lengkap,” pungkasnya. (dre/ori/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Universitas Negeri Malang (UM) #UTBK #Universitas Brawijaya (UB) #SNBT 2024