MALANG - Besarnya animo terhadap seni bantengan dan tren mberot, memantik Universitas Merdeka (UNMER) Malang.
UNMER Malang mewacanakan kontes seni bantengan untuk menyemarakkan sub kultur mberot yang makin hangat di Malang.
Hal ini terungkap dalam kunjungan rombongan manajemen Jawa Pos Radar Malang yang mengunjungi UNMER Malang untuk halal bihalal pada Jumat (3/5).
Direktur Jawa Pos Radar Malang, Tauhid Wijaya, bersama rombongan diterima langsung oleh Rektor UNMER Malang, Prof. Dr. Anwar Sanusi, S.E., M.S.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor UNMER Malang didampingi oleh jajaran rektorat.
Yaitu Wakil Rektor I Dr. Sukardi, M.Si, Wakil Rektor III Dr. Ana Mariani, S.Sos., M.Si, dan Wakil Rektor IV Pindo Tutuko, ST., MT., Ph.D., PgDip.
Hadir pula Kepala Biro Humas Razqyan Mas Bimatyugra Jati, S.Ars., M.Ars.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat.
Radar Malang dan UNMER membahas isu-isu terkini tentang pendidikan dan sosial politik di Malang Raya, termasuk perkembangan seni Bantengan.
"Kami berencana untuk mengadakan kontes seni Bantengan," kata Ana Mariani.
Dia menyoroti potensi ekonomi yang tinggi dari kegiatan seni tersebut.
Selama pertemuan, Rektor UNMER Malang dan Direktur Radar Malang menyepakati pentingnya kerja sama antara institusi pendidikan dan media.
Media dan perguruan tinggi perlu terus berkolaborasi untuk memajukan pendidikan dan memberdayakan masyarakat, sebagai salah satu komitmen utama dalam tri dharma pendidikan.(fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana