Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Unitri Gelar Seminar Internasional tentang Biochar

Aditya Novrian • Rabu, 29 Mei 2024 | 19:35 WIB

Tribute 50 Tahun Mengabdi dalam Dunia Pendidikan.
Tribute 50 Tahun Mengabdi dalam Dunia Pendidikan.

MALANG KOTA - Biochar merupakan produk karbon yang berbentuk arang yang dihasilkan dari proses pembakaran limbah biomassa seperti kayu, batang tanaman, hingga jerami. Dengan manfaatnya yang begitu banyak, produk ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat awam.

Untuk itu, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) menggelar Seminar Internasional dengan tema ”Biochar for Carbon Capture and Storage to Achieve Sustainable Development Goals” bekerja sama dengan Asosiasi Biochar Indonesia (ABI).

Kepala UPT Humas dan Protokoler (HMP) Unitri Swaidatul Masluhiya menyebutkan seminar tersebut akan diselenggar selama dua hari. Yakni pada 2-3 Juni 2024.

Bertempat di Hotel Montana II Malang, seminar tersebut akan diisi oleh narasumber-narasumber ahli. Antara lain Prof Dedy Nursyamsi (Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian), Assoc Prof Dr Rosazlin Abdullah (Universiti Malaya, Kuala Lumpur), Yasuyuki Okimori Ph D (Japan Biochar Research Center, Ritsumeikan University dan  Chairman, Japan Biochar Association) dan Ir Fauzi (PT Great Giant Pinneaple-GGP)

”Seminar ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan mendiskusikan peran biochar dalam praktik bisnis yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola environmental, social and governance (ESG),” terangnya.

Ia menyebutkan dalam konteks ini, biochar tidak hanya dipandang untuk penangkapan dan penyimpanan karbon, tetapi juga sebagai solusi yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kesehatan tanah, dan mendukung pembangunan masyarakat.

”Nanti ada juga sharing pengalaman proses produksi dan penggunaan biochar dari industri nanas terbesar ketiga di dunia yang berada di Lampung Indonesia,” imbuhnya.

Ia menyebutkan beberapa topik seminar. Seperti Biochar untuk Penangkapan dan Penyimpanan Karbon. Yang mana lebih fokus pada peran biochar dalam menyerap karbon dari atmosfer dan menyimpannya dalam tanah untuk jangka waktu yang lebih lama. Dan juga mendiskusikan potensi biochar sebagai solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim.

Fokus kedua yakni  Biochar untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dalam hal ini akan menyoroti bagaimana biochar dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, retensi air, dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Dan juga  Diskusi penerapan biochar dalam praktik pertanian, hutan, dan pengelolaan limbah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Yang ketiga yakni  Biochar untuk Mendukung ESG (Lingkungan, Sosial, Tata Kelola).

”Fokus ke aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam penggunaan biochar,” terang Ida, sapaan akrabnya.

Selain itu, juga akan terdapat diskusi bagaimana penerapan biochar pada pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, kesejahteraan masyarakat lokal, dan prinsip tata kelola yang baik dalam bisnis dan industri.

Seminar internasional ini juga akan diikuti 100 orang dari berbagai kalangan seperti dosen dan praktisi seperti Nippon Koei Co Ltd, PT Dian Niaga Jakarta, Yayasan Dian Tama Pontianak, Yayasan Agathis Dammara Karbon, PT PNZ Nusantara Indonesia, PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper, MuaraEnim, Indonesia,  PT GGP, BRIN, Unhas, USU, UB, Unej, Unlam, UPN Yogyakarta, UPN Veteran Jatim, Unisma, Unja, Unmer, Unida, Ma Chung, Uncen, Universitas Panca Bhakti, Universitas Darul Ulum, Universitas Widyagama, UMM, Unital, ITN, dan Unitri.

Seminar akan diawali dengan acara Tribute 50 Tahun Pengabdian di Dunia Pendidikan kepada Prof Dr Ir Bambang Guritno dan Prof Ir Wani Hadi Utomo PhD. Mereka merupakan tokoh yang konsisten berkarir dalam dunia pendidikan tinggi khususnya bidang pertanian. Mereka juga menjadi pengajar di Universitas Brawijaya sejak 1974 sampai sekarang. Tidak hanya berkarier di UB, mereka berdua dan beberapa orang lainnya mendirikan Unitri.

Unitri merupakan kampus kerakyatan yang berdiri pada tahun 2001. Saat ini Unitri memiliki 6 fakultas dan 1 sekolah pasca sarjana dengan jumlah mahasiswa sebanyak 8000 orang. Mahasiswa Unitri berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dari luar negeri. Rektor Unitri saat ini adalah Prof Ir Eko Handayanto MSc PhD. (dur)

Editor : Aditya Novrian
#Unitri #seminar