MALANG KOTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar seminar Koleksi Museum Mpu Purwa kemarin (29/5). Acara tersebut dihadiri 350 guru jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kota Malang.
Seminar tersebut digelar selama dua hari. Hari pertama digelar pada 29 Mei dengan 175 guru jenjang SMP, SMA, dan umum. Sementara pada 30 Mei turut dihadiri oleh 175 guru jenjang SD. Tema yang diusung bertajuk Makara dan Prasasti Dinoyo II sebagai Sumber Data dalam Metode Sejarah. Pematerinya langsung mendatangkan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Rakai Hino Galeswangi.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Juli Handayani mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan benda peninggalan sejarah di Kota Malang. ”Ada dua koleksi yang kami kenalkan hari ini (kemarin) yaitu Makara dan Prasasti Dinoyo II,” terangnya.
Makara berbahan dasar batu tersebut ditemukan di Dinoyo dengan bentuk ornamen seperti penyatuan beberapa hewan berupa ikan, gajah, singa dan naga. Ukurannya memiliki tinggi 122 cm, panjang 130 cm dan ketebalan 60 cm. Sementara Prasasti Dinoyo II ditemukan sekitar 1985 silam di Kelurahan Dinoyo, Lowokwaru
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana turut hadir dalam acara tersebut. Dirinya mengapresiasi langkah bidang kebudayaan untuk mengenalkan koleksi Museum Mpu Purwa. ”Kegiatan ini memang rutin kami lakukan, tujuannya untuk mengenalkan budaya,” paparnya.
Tak hanya guru, siswa juga harus mengenal sejarah Kota Malang. Terlebih untuk menunjang proses pembelajaran. ”Bisa dijadikan referensi pembelajaran sejarah dan mengajak siswa berkunjung ke museum,” pungkasnya. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana