PONCOKUSUMO - Purnawiyata ke XVI SMK NU Sunan Ampel (NUSA) Poncokusumo dihadiri Rais Syuriah PBNU Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA. Acara Purnawiyata digelar di sekolah dan dilaksanakan pada Sabtu (1/6) yang bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila.
Ada cerita unik, di balik kedatangan Rais Syuriah PBNU di acara Purnawiyata SMK NUSA ini. Pada Maret 2023 lalu, SMK NUSA berhasil meraih penghargaan SMK Terbaik di ajang NU Award. Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA menyerahkan secara langsung penghargaan bergengsi tersebut.
Dan dalam kesempatan berbincang, Kepala SMK NUSA meminta secara khusus kepada Mohammad Nuh untuk bisa hadir ke sekolah. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jatim Dra Hj Hikmah Bafaqih MPd, Tokoh Pendidikan Vokasi Jawa Timur Drs H Widjil Saptadi MM, Ketua LP Maarif PWNU Jatim Dr KH Noor Shodiq Askandar SE MM, Ketua LP Maarif PCNU Kabupaten Malang Prof Dr Abdul Malik Karim Amrullah, Muspika Kecamatan Poncokusumo, MWC NU Poncokusumo beserta Badan Otonom dan Lembaga, pengurus SMK NUSA, Rektor Unitri serta Pimpinan Industri Mitra Sekolah.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Muhammad Fatichu Rasya Nusron. Lalu, ada pembacaan SK Tamatan Ke 16 oleh Waka Kesiswaan SMK NUSA Imron Sya'roni MPd. Prosesi Wisuda jurusan 6 jurusan Keperawatan, TBSM, ATP, APHP, TKR, dan TKJ di SMK NUSA.
Dilanjutkan, Ikrar Wisuda dan Penghargaan Lulusan Terbaik diraih oleh Nabila Rahmawati jurusan TKJ kelas Industri Fiber Optic. Penyerahan Piala Kemenangan LKS Jatim Kepada SMK NUSA Lomba Landscape and Gardening, HnSC dan Pagar NUSA.
Yang berbeda ada pemberian beasiswa bebas pendidikan di Unitri bagi 3 wisudawan terbaik masing masing prodi, dan Jawara LKS yang langsung diserahkan oleh Rektor Unitri.
Setelah itu, ada sambutan Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Drs H Abdul Mujib Syadzili MSi. Ada pesan tersirat di momen Hari Kelahiran Pancasila ini. Meskipun SMK NUSA masih 16 tahun berdiri, tapi keberadaan dan kontribusi pendidikan harus bisa dirasakan masyarakat Poncokusumo.
”Sesuai dengan moto sekolah, mencetak lulusan yang berkarakter, akhlakul karimah, berbudi pekerti luhur, serta mampu diserap dunia kerja, mampu melanjutkan kuliah yang relevan, dan mampu menjadi entrepreneur. Kami akan terus melakukan transformasi pola pendidikan, dengan mengevaluasi dan menyiapkan kebutuhan yang diperlukan oleh jurusan tersebut," jelas Gus Mujib.
Dari 416 lulusan kali ini, sebanyak 217 siswa yang sudah direkrut dunia kerja. Sebanyak 18 siswa diterima kuliah di UM, UB, dan UIN. Serta 31 siswa berwirausaha, salah satunya pembuatan rangkai bunga yang dikerjakan sendiri oleh para alumni dan digunakan saat Purnawiyata ke XVI saat ini.
SMK NUSA juga sedang proses melakukan pembangunan untuk gedung aula berkapasitas 1.000 orang yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran siswa. Sebagai acara pemungkas, ada mauidhoh hasanah dari Rais Syuriah PBNU Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA.
Ada pesan khusus untuk para guru agar selalu update dan upgrade ilmu agar tidak kalah dengan siswa yang selalu mendapat informasi dengan sangat cepat. Guru dan siswa harus jadi pembelajar sejati dan pekerja keras dengan learning to know (Belajar Mengetahui), learning to do (Belajar Melakukan Sesuatu), learning to live together (Belajar Hidup Bersama), learning to be (Belajar Menjadi Sesuatu).
”Ada dua nilai yang harus dijaga agar kita selalu sukses diantaranya kesetiaan dan selalu bersyukur. SMK NUSAharus berani terus maju, dan bersaing dengan para juara untuk menjadi yang terbaik agar bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Teknologi Artificial Intelligence (AI) harus terus dikembangkan dan ada di semua jurusan di SMK NUSA," tutup Mohammad Nuh. (bes/adn)
Editor : Aditya Novrian