MALANG KOTA – Ratusan orang tua siswa memadati halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang kemarin (3/6).
Mereka mendaftarkan anaknya di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP jalur prestasi lomba.
Masing-masing pendaftar menyertakan bukti prestasi yang diraih anaknya.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengungkapkan, pendaftaran PPDB jalur prestasi lomba mulai dibuka kemarin (3/6), kemudian berakhir pada 5 Juni nanti.
Sedangkan kuota yang tersedia 341 kursi.
“Pendaftar bisa menyetorkan sertifikat lomba beserta fotokopi,” ujar Suwarjana di sela memantau pendaftar.
Sertifikat tersebut akan langsung diverifikasi oleh tim PPDB.
“Rekomendasi akan diterbitkan pada tanggal 10 Juni nanti,” sambungnya.
Suwarjana mengatakan, disdikbud menggandeng tim ahli untuk menilai sertifikat yang disetorkan pendaftar.
Untuk bidang keolahragaan akan ditangani oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang.
Sedangkan prestasi berbasis keagamaan melibatkan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang.
Prestasi berbasis budaya dan seni akan ditangani para seniman dan budayawan.
Lalu Olimpiade ditangani Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM).
Pejabat eselon II B Kota Malang itu menambahkan, daya tampung jalur prestasi lomba memiliki bobot lima persen.
”Kami harap persebarannya akan merata untuk semua sekolah,” tutur pria asal Bantul, Jogajakarta itu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengungkapkan, ada ketentuan khusus untuk sertifikat yang disetorkan pendaftar.
“Paling tidak harus berjenjang,” tandasnya.
Artinya, lomba yang diikuti mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, nasional bahkan internasional.
Dodik mengatakan, setiap jenjang akan memiliki poin tersendiri.
Semakin tinggi jenjangnya, akan semakin banyak poin yang didapatkan.
Namun dia juga menyebut bahwa sertifikat tak berjenjang kemungkinan masih dipertimbangkan.
“Kalau pagunya masih ada, kami akan mengakomodasi,” beber mantan dosen matematika itu.
Menanggapi hal tersebut, sekretaris Komisi D DPRD Ahmad Fuad Rahman menuturkan, ini merupakan kesempatan bagus memberikan ruang untuk siswa berprestasi.
“Kami berharap persebaran kuota untuk PPDB tahun ini bisa maksimal,” ujarnya.
Fuad mengimbau agar masyarakat tidak terpaku pada sekolah negeri saja.
“Kami sudah mewacanakan untuk mengatur kebijakan sekolah swasta gratis, sehingga kualitas pendidikan di Kota Malang lebih merata,” pungkas politisi PKS itu. (ori/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana