Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siswa SMPIT Insan Permata Belajar Budaya Masyarakat Lombok

Aditya Novrian • Rabu, 12 Juni 2024 | 03:00 WIB

ADVENTURE CLASS: Guru dan siswa kelas 9 SMPIT Insan Permata foto bersama di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
ADVENTURE CLASS: Guru dan siswa kelas 9 SMPIT Insan Permata foto bersama di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

MALANG KOTA - SMP Islam Terpadu (SMPIT) Insan Permata menyelenggarakan adventure class di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara digelar mulai Jumat (3/6) hingga Rabu (7/6) dengan sebanyak 70 siswa kelas 9. Mereka melakukan perjalanan ke sana mengenal budaya masyarakat secara langsung.

Kepala SMPIT Insan Permata Anang Tri Wahyudi SSi Gr mengatakan, kegiatan tersebut memang rutin diadakan sejak angkatan pertama. Sebelumnya juga pernah diadakan di Malaysia dan Singapura.

”Lokasi tujuan kami memang carinya yang di luar Jawa, sehingga memiliki budaya yang berbeda,” kata dia.

DIBERI ARAHAN: Siswa SMPIT Insan Permata mendengar penjelasan pemandu snorkeling sebelum menyelam.
DIBERI ARAHAN: Siswa SMPIT Insan Permata mendengar penjelasan pemandu snorkeling sebelum menyelam.

Adventure class bukan hanya kegiatan jalan-jalan. Tetapi siswa diberi tugas untuk melakukan riset sederhana tentang budaya setempat. ”Jadi kami bentuk kelompok berisi empat siswa dan mereka memilih tema riset masing-masing,“ terangnya.

Mulai dari tempat-tempat pelestarian budaya seperti Desa Tenun Sukarare, Desa Sasak Ende, tempat wisata yang menarik, berbagai jenis kuliner tradisional, dan berbagai macam hal lainnya.

Dengan begitu, siswa  bisa belajar dengan lingkungan yang baru. Ia mencontohkan riset sederhana yang dilakukan siswa SMPIT Insan Permata yakni di Desa Sade. Perempuan di sana tidak boleh bekerja dan diharuskan untuk menenun.

Nah informasi-informasi seperti itu bisa didapat siswa dengan cara wawancara di sana, sehingga pengetahuannya menjadi lebih luas," ujar Anang. 

RISET: Tiga siswa SMPIT Insan Permata mewawancarai salah satu perajin tenun di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
RISET: Tiga siswa SMPIT Insan Permata mewawancarai salah satu perajin tenun di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hasil riset tersebut kemudian dipresentasikan pada hari terakhir di sana sebagai pertanggungjawaban tugas. Dari perjalanan jauh seperti itu juga siswa menjadi belajar bagaimana cara salat saat menjadi musafir.

”Kami juga dapat memotret karakter asli siswa, karena tentu berbeda dengan saat di sekolah," imbuh Anang. 

KERJA SAMA: Siswa SMPIT Insan Permata dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyusun laporan riset.
KERJA SAMA: Siswa SMPIT Insan Permata dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyusun laporan riset.

Menurutnya, teori dan praktik yang diajarkan di kelas memerlukan pengalaman langsung agar dapat berdampak lebih besar pada aksi nyata mereka sehari-hari. Sehingga peserta didik juga perlu mempelajari perspektif berbagai suku, agama, dan kepercayaan. (dur/adn)

CINTA BUDAYA: Siswa SMPIT Insan Permata foto bersama dengan memakai pakaian adat Lombok.
CINTA BUDAYA: Siswa SMPIT Insan Permata foto bersama dengan memakai pakaian adat Lombok.

Editor : Aditya Novrian
#adventure #SMPIT Insan Permata #malang #class