MALANG KOTA - SMP Islam Terpadu (SMPIT) Insan Permata menyelenggarakan adventure class di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara digelar mulai Jumat (3/6) hingga Rabu (7/6) dengan sebanyak 70 siswa kelas 9. Mereka melakukan perjalanan ke sana mengenal budaya masyarakat secara langsung.
Kepala SMPIT Insan Permata Anang Tri Wahyudi SSi Gr mengatakan, kegiatan tersebut memang rutin diadakan sejak angkatan pertama. Sebelumnya juga pernah diadakan di Malaysia dan Singapura.
”Lokasi tujuan kami memang carinya yang di luar Jawa, sehingga memiliki budaya yang berbeda,” kata dia.
Adventure class bukan hanya kegiatan jalan-jalan. Tetapi siswa diberi tugas untuk melakukan riset sederhana tentang budaya setempat. ”Jadi kami bentuk kelompok berisi empat siswa dan mereka memilih tema riset masing-masing,“ terangnya.
Mulai dari tempat-tempat pelestarian budaya seperti Desa Tenun Sukarare, Desa Sasak Ende, tempat wisata yang menarik, berbagai jenis kuliner tradisional, dan berbagai macam hal lainnya.
Dengan begitu, siswa bisa belajar dengan lingkungan yang baru. Ia mencontohkan riset sederhana yang dilakukan siswa SMPIT Insan Permata yakni di Desa Sade. Perempuan di sana tidak boleh bekerja dan diharuskan untuk menenun.
”Nah informasi-informasi seperti itu bisa didapat siswa dengan cara wawancara di sana, sehingga pengetahuannya menjadi lebih luas," ujar Anang.
Hasil riset tersebut kemudian dipresentasikan pada hari terakhir di sana sebagai pertanggungjawaban tugas. Dari perjalanan jauh seperti itu juga siswa menjadi belajar bagaimana cara salat saat menjadi musafir.
”Kami juga dapat memotret karakter asli siswa, karena tentu berbeda dengan saat di sekolah," imbuh Anang.
Menurutnya, teori dan praktik yang diajarkan di kelas memerlukan pengalaman langsung agar dapat berdampak lebih besar pada aksi nyata mereka sehari-hari. Sehingga peserta didik juga perlu mempelajari perspektif berbagai suku, agama, dan kepercayaan. (dur/adn)