MALANG KOTA - Upaya untuk menekan kecurangan saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) terus dimatangkan. Terutama pada PPDD jalur afirmasi, prestasi nilai rapor, perpindahan tugas orang tua, dan zonasi.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah melakukan evaluasi dari pelaksanaan PPDB jalur prestasi lomba awal Juni lalu. Salah satu evaluasi yang dilakukan adalah mengoptimalkan operator sekolah. Pekan depan, para operator sekolah diminta terlibat langsung dalam pelaksanaan PPDB.
Sebanyak 450 operator sekolah dari 195 SD negeri dan 30 SMP negeri telah mendapatkan pembinaan.
”Kami sudah beri arahan kepada mereka terkait juknis PPDB, tiap sekolah ada dua operator yang harus siaga melayani pendaftar,” tegas Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana.
Tahun ini ada beberapa penilaian yang akan melibatkan operator sekolah. Sebagai contoh, proses input data siswa. Sebelum PPDB dimulai, operator harus mengunggah identitas dan seluruh nilai rapor siswa. Tujuannya, agar kesalahan input data langsung oleh siswa dapat ditekan.
Baca Juga: Siswa PPDB 2024! Simak Tiga Poin Penting dari Disdikbud Kota Malang Ini Agar Pendaftaran Lancar
Lebih lanjut, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengatakan, upaya pemberian materi juga turut mengundang tim penyedia aplikasi. Tujuannya untuk mempraktikkan secara langsung proses input data yang benar.
Ada dua hal penting yang harus dikuasai operator. Seperti jeli dalam setiap proses input data dan verifikasi berkas. Hal itu jadi alasan utama sekolah harus memiliki dua operator yang bertugas saat PPDB. Kedua, harus getol menggunakan IT.
”Idealnya satu rombongan belajar (rombel) satu orang,” ungkap pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Dirinya mengakui sosialisasi dari Disdikbud hanya menjangkau sekolah saja. Sementara untuk pemberian pengertian terhadap wali murid dan siswa menjadi pekerjaan rumah bagi masing-masing sekolah. Kendati demikian, Dodik berharap dengan disempurnakannya aplikasi dapat menekan angka protes saat PPDB berlangsung nantinya.
Baca Juga: Pendidikan Disdikbud Kota Malang Optimistis Aplikasi PPDB Lancar
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman sudah mendorong Disdikbud untuk melakukan transparansi penilaian.
”Saya kira aplikasi yang dibangun sudah kredibel, tinggal bagaimana pemaparan kepada masyarakat,” tandasnya.
Fuad mengapresiasi langkah Disdikbud untuk memberdayakan operator perangkat daerah (PD) lain. Seperti pada jalur afirmasi yang menggandeng Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB).
”Kalaupun memang ada protes jalur afirmasi, kami mendorong untuk bisa dilakukan visitasi langsung kepada pendaftar,” pungkasnya. (ori/adn)
Editor : Aditya Novrian