KEPANJEN - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta Kabupaten Malang mengharapkan agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terus mengalir setiap tahun.
Alasannya, sekolah swasta kekurangan dana operasional, sehingga sangat mengandalkan alokasi dari BOS.
”Sekolah swasta sangat bergantung pada BOS,” ujar ketua MKKS SMP Swasta Se-Kabupaten Malang Manan Supriadi kemarin (1/7).
Namun, Manan melanjutkan, jumlah BOS yang diterima sekolah swasta umumnya sedikit.
Terutama bagi sekolah yang krisis siswa.
Itu karena alokasi BOS mengacu jumlah siswa di masing-masing sekolah.
Untuk diketahui, Pemerintah Pusat mengucurkan dana BOS untuk semua siswa, mulai jenjang TK hingga SMA/SMK.
Untuk siswa TK mendapat Rp 600 ribu dalam setahun, siswa SD mendapat Rp 900 ribu per tahun, SMP sekitar Rp 1,1 juta, dan SMA sekitar Rp 1,2 juta.
Selain mengharapkan dana BOS, pihaknya juga mengandalkan dana insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pem kab) Malang.
Tahun ini pemkab mengalokasikan Rp 78,12 miliar untuk 13.021 guru dan tenaga kependidikan, baik sekolah negeri maupun swasta.
Dia berharap dana insentif juga tetap mengalir setiap tahun.
Termasuk tahun depan.
”Siapa pun nanti yang me mimpin, semoga (insentif) tetap ada,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabu paten Malang Suwadji mengungkapkan kemungkinan tahun depan tetap ada insentif untuk guru dan tenaga kependidikan non-ASN tersebut.
Terkait besarannya, pihaknya masih belum bisa memastikan.
“Insya Allah kalau PAD (pendapatan asli daerah) naik, insentif akan dinaikkan,” bebernya. (iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana