MALANG KOTA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMK negeri memasuki jalur terakhir.
Kini giliran jalur prestasi nilai akademik mulai bergulir. Tentunya, poin penilaian utamanya adalah nilai siswa.
Maka calon pendaftar diimbau untuk memperhatikan jurusan yang dipilih. Sebagai informasi, bobot daya tampung pada jalur prestasi nilai akademik dibuka cukup besar.
Persentasenya mencapai 65 persen dari pagu sekolah.
Kepala Seksi (Kasi) SMA dan PLPK Cabang Dinas Pendidikan (Candindik)
Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M. Asrofi MPd mengatakan, ada tiga komponen penilaian pada jalur prestasi nilai akademik. Yakni nilai rapor semester satu hingga lima, nilai akreditasi, dan nilai indeks sekolah.
Nilai rapor akan diberi bobot 50 persen, nilai akreditasi 20 persen, dan nilai indeks 30 persen.
“Jumlah tiga nilai itu dirata-rata untuk menentukan nilai akhir,” terangnya.
Asrofi menjelaskan, pagu pada jalur terakhir itu sengaja dibuka lebih banyak.
Baca Juga: Drama PPDB SMP Kota Malang : Siswa Salah Pilih Sekolah, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Itu karena SMK terbagi atas beberapa keahlian khusus.
Sehingga, siswa yang berprestasi dianggap lebih mumpuni untuk menekuni bidang yang dituju.
Sementara itu, calon siswa dapat memilih tiga konsentrasi atau keahlian di sekolah yang sama atau berbeda.
Sementara poin penilaian utama pada jalur prestasi nilai fokus pada nilai tertinggi.
Sehingga, Asrofi mengimbau calon siswa dapat mengatur strategi untuk memilih sekolah dan keahlian.
”Nilai akhir tahun sebelumnya bisa jadi acuan, kami sudah dinformasikan di laman PPDB untuk diakses,” tandasnya.
Di tempat lain, Ketua Tim PPDB SMK Negeri 2 Malang Nina Sita Musaadah mengatakan, telah membuka pagu keseluruhan sebanyak 665 kursi.
Baca Juga: Cegah Kecurangan dan Akomodasi Keluhan, Disdikbud Kerahkan 450 Operator Sekolah untuk Bantu PPDB
”Jalur prestasi nilai total pagunya 421 kursi,” ujarnya.
Pagu tersebut terbagi atas enam jurusan. Dari enam jurusan itu, jurusan Asisten Keperawatan dan Caregiver (AKC) yang paling banyak diminati. Rata-rata nilai akhir tahun lalu mencapai 85,16. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana