MALANG KOTA – Berita-berita di media massa yang kredibel mampu meningkatkan respons instansi layanan publik.
Kesimpulan itu diungkapkan Kurniawan Muhammad saat menjalani ujian akhir disertasi promosi doktor di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya kemarin (4/7)
Setelah dua jam lebih menjawab pertanyaan sembilan penguji, pria yang kini menjabat sebagai direktur Jawa Pos Radar Kediri itu dinyatakan lulus.
Mantan direktur Jawa Pos Radar Malang itu pun berhak menyandang gelar doktor di bidang ilmu kebijakan publik.
Disertasi tersebut berjudul Pengaruh Pemberitaan dan Tingkat Keterbacaan Media Massa terhadap Kualitas Pelayanan melalui Responsivitas Pelayanan Publik pada Instansi Pelayanan Publik di Malang Raya.
Penelitiannya berbasis pemberitaan di Jawa Pos Radar Malang yang berkaitan dengan layanan publik di tiga daerah.
Baca Juga: Public Relations Perusahaan Harus Pantau Publikasi Media Massa hingga Medsos
Yakni Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Kurniawan merumuskan tiga fokus penelitian pada disertasinya.
Antara lain pengaruh media massa melalui tingkat pemberitaan dan tingkat keterbacaan, responsivitas pelayanan publik, dan kualitas pelayanan publik.
”Berita yang diangkat di Radar Malang sering kali direspons cepat oleh pemerintah daerah. Dari situlah poin yang ingin saya gali,” ujar pria yang akrab dengan panggilan Kum tersebut.
Penelitian itu melibatkan 477 responden pembaca Jawa Pos Radar Malang dari berbagai kalangan di Malang Raya.
Wawancara langsung juga dilakukan terhadap para pemangku kebijakan di bidang layanan publik melalui FGD.
Mayoritas menyatakan bahwa pemberitaan media massa yang kredibel mampu memberikan dampak positif dan signifikan terhadap responsivitas layanan publik.
Dari situlah upaya perbaikan pelayanan publik bisa berjalan berkat sinergi pemberitaan dan keterbacaan.
Hal tersebut juga membuktikan bila keberadaan media massa mampu menjadi kontrol sosial bagi pemerintah.
Yang mana secara tidak langsung mendorong aparat pemerintah untuk membenahi pelayanan publik.
“Intinya, dua aspek baik pemberitaan dan keterbacaan harus saling melengkapi untuk membentuk kekuatan pengaruh terhadap responsivitas,” tandas Kum. (ori/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana