Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SMP Swasta Gratis di Malang Justru Minim Siswa

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 16 Juli 2024 | 22:00 WIB
BERTAHAN: Siswa baru SMP Kristen 1 YPK Malang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kemarin. Tahun ini mereka hanya mendapat 14 siswa.
BERTAHAN: Siswa baru SMP Kristen 1 YPK Malang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kemarin. Tahun ini mereka hanya mendapat 14 siswa.

MALANG KOTA - Memasuki hari pertama tahun ajaran baru kemarin (15/7), beberapa SMP swasta di Kota Malang masih kekurangan siswa. 

Tak terkecuali sekolah yang menggratiskan pendidikan, meski sudah diinformasikan di laman PPDB Pemkot Malang. 

Contohnya SMPI Ulul Albab di Kelurahan Buring dan SMP Kristen 1 YPK Malang di Jalan Kelud.

Kepala SMPI Ulul Albab Siti Mutaminatun Ula mengungkapkan, minat pendaftar cenderung menurun setiap tahun. 

Bahkan tidak pernah genap satu rombongan belajar (rombel). 

”Tahun lalu kami malah tidak dapat murid sama sekali. Tahun ini hanya dapat tiga siswa baru dari 32 pagu yang kami buka,” terangnya Menurut Ula, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat siswa untuk melanjutkan studi di SMPI Ulul Albab, meskipun gratis. 

Yang pertama, lokasi sekolah berada di wilayah yang kurang paham pendidikan. 

Mereka menganggap sekolah bukanlah prioritas utama. 

Sehingga, anak usia sekolah umumnya sudah dinikahkan atau bekerja membantu orang tua. 

”Bahkan kami pernah mengajar siswa yang sudah dinikahkan semua,” ujarnya. 

Ula mengaku sudah sering mengupayakan jemput bola untuk menggaet siswa baru. 

Termasuk kunjungan ke rumah sembari membagikan seragam baru dan menginformasikan sekolah gratis. 

Tapi cara itu tak memberikan dampak yang signifikan. 

Setahu Ula, penggratisan biaya pendidikan sudah dilakukan sejak dia menginjakkan kaki di sekolah itu pada 2016. 

Pernah satu kali pihaknya memungut biaya untuk fotokopi. 

Tapi langsung disambut dengan demo. 

”Selama ini kami mengandalkan biaya dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” imbuhnya.

Tentu saja dana itu tidak cukup. 

Sebab, besarnya BOS bergantung jumlah siswa. 

Karena itu para guru tidak mendapatkan honor. 

Mereka hanya mendapatkan bantuan uang transport. 

Total ada sembilan guru yang aktif mengajar. 

Semua melakukan tugasnya atas dasar sukarela atau kemanusiaan saja.

Minimnya dana juga mengakibatkan kurangnya fasilitas. 

Misalnya, mereka hanya memiliki empat ruangan. 

Tiga untuk ruang kelas dan satu untuk ruang guru. 

Lokasinya satu atap bersama dengan PAUD Nurul Huda dan MI Nurul Huda.

Sementara itu, krisis siswa di sekolah swasta gratis juga dirasakan SMP Kristen YPK 1 Malang. 

Kepala SMP Kristen YPK 1 Malang Tirosa Duta Abadi Bako menerangkan, tahun ini pihaknya hanya mendapatkan 14 siswa baru. 

Angka itu sudah jauh melonjak dibandingkan tahun sebelumnya.

”Tahun lalu kami menerima enam siswa,” ujarnya. 

Sementara dua tahun sebelumnya hanya ada dua siswa baru. 

Kalau ditotal, saat ini hanya ada 20 siswa di sekolah tersebut. 

Padahal, pagu yang dibuka setiap tahun sebanyak 30 kursi.

Duta mengatakan, krisis siswa di sekolahnya sudah menjadi masalah setiap penerimaan siswa baru. 

Padahal pihaknya tak mematok biaya pendidikan. 

“Semampunya saja kalau punya. Kalau memang tidak ada ya tidak perlu membayar,” papar dia. 

Dengan jumlah siswa minim, BOS yang digelontorkan pemerintah juga tidak besar. 

Lebih sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional pendidikan. 

Pihaknya pun getol mencari donatur dari luar. 

Termasuk ke beberapa gereja dan relasi.

Keterbatasan anggaran juga menyebabkan guru yang aktif mengajar tidak banyak. 

Hanya sembilan orang saja. 

”Terpaksa beberapa guru kami merangkap tugas mengajar dua mata pelajaran,” jelas Duta. 

Merespons kondisi itu, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Didik Teguh Pribadi mengatakan masyarakat cenderung memilih sekolah swasta yang kualitasnya bagus. 

Seharusnya hal itu menjadi bahan evaluasi bagi yayasan untuk memajukan sekolahnya. 

Tidak hanya asal gratis saja.

 ”Kami memang menawarkan ada opsi SMP swasta gratis. Namun kemauan untuk bersekolah ke mana, itu pilihan masing-masing siswa,” pungkas pejabat eselon IIIB Pemkot Malang itu. (ori/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#minim siswa #Justru #malang #SMP swasta #gratis