Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalur Mandiri UIN Maliki Malang Diminati 2.102 Pelajar

Bayu Mulya Putra • Rabu, 17 Juli 2024 | 17:20 WIB
TOLERANSI: Ester Liance Mohi (kiri), pelajar asal Wamena, Papua mengikuti seleksi mandiri di UIN Maliki, kemarin.
TOLERANSI: Ester Liance Mohi (kiri), pelajar asal Wamena, Papua mengikuti seleksi mandiri di UIN Maliki, kemarin.

MALANG KOTA - Seleksi ujian mandiri di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang tampak berbeda, kemarin.

Ada salah seorang calon mahasiswa baru (camaba) non-muslim yang mengikutinya.

Itu terlihat saat proses ujian di gedung Fakultas Saintek UIN Maliki Malang. Rektor UIN Maliki Malang Prof H M Zainuddin MA menerangkan, animo pendaftar di jalur mandiri memang cukup membeludak.

Total pendaftar yang dicatat pihaknya mencapai 2.102 orang.

”Untuk yang ujian hari ini (kemarin) jumlahnya ada 1.334 peserta,” terangnya.

Untuk jalur mandiri non-tes, pihaknya mencatat ada 644 peserta.

Selanjutnya ada seleksi mandiri berbasis prestasi yang diminati 124 peserta.

Kuota yang disediakan sebanyak 30 persen dari pendaftar, atau kalkulasinya sekitar 630 kursi.

Zainuddin menerangkan, UIN tak mematok kriteria khusus dalam proses penjaringan mahasiswa baru.

Termasuk agama calon pendaftar.

Sehingga, camaba yang beragama non-muslim tetap punya peluang untuk menempuh studi di UIN Malang.

”Kami berikan kebebasan siapa pun boleh mendaftar, tidak harus Muslim,” ujar dia.

Lebih lanjut, Kepala Bagian (Kabag) Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad mengakui tingginya animo pendaftar non-muslim di proses seleksi mandiri tahun ini.

”Awalnya kami terima ada tiga orang, tapi hanya satu yang ikut ujian,” kata dia.

Tahun sebelumnya, ada juga mahasiswa baru non muslim yang diterima di UIN Malang.

Sehingga tak menutup kemungkinan bila tahun ini akan bertambah.

Imam menyebut bila camaba non-muslim juga akan menjalani dua tahapan tes.

Yakni Computer Based Test (CBT) dan Baca Tulis Alquran (BTQ).

”Untuk non-muslim mungkin hanya huruf hijaiyah saja,” jelas Imam.

Salah satu calon mahasiswa non-muslim Ester Liance Mohi menuturkan, sejak awal dia menjatuhkan pilihan kepada UIN Malang.

Tak ada alasan khusus untuk mengurungkan niatnya meski beragama Katolik.

”Saya daftar pada prodi Farmasi, tidak masalah jika harus bergabung dengan mahasiswa muslim,” jelasnya.

Dara asal Wamena, Papua itu mengaku sedikit kesulitan untuk mengerjakan soal berbahasa Arab saat mengikuti ujian. (ori/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pelajar #jalur mandiri UIN #malang #maliki