Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kasihan, Gara-Gara PPDB Negeri, Dua SMP Swasta di Kota Malang Tak Kebagian Siswa Baru

Bayu Mulya Putra • Jumat, 19 Juli 2024 | 21:14 WIB
MINIM PEMINAT: SMP Kartini Yasri di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun tak mendapat siswa baru pada tahun ajaran 2024/2025.
MINIM PEMINAT: SMP Kartini Yasri di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun tak mendapat siswa baru pada tahun ajaran 2024/2025.

MALANG KOTA- Problem kekurangan siswa baru tak hanya dirasakan sejumlah SD negeri. 

Beberapa SMP swasta juga mengalaminya. 

Tahun ini, tercatat ada dua SMP swasta di Kota Malang yang tidak mendapatkan siswa baru dalam tahun ajaran 2024/2025. 

Dua lembaga itu yakni SMP Kartini Yasri di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun dan SMP Islam Baiturrohmah di Kelurahan Purwantoro, Blimbing.

Sebagai informasi, ada 85 SMP swasta di Kota Malang. 

Berkaca dari tahun ke tahun, hanya sekitar 10 persen dari jumlah sekolah itu yang mampu memenuhi target pagu. 

Baca Juga: SMP Swasta Gratis di Malang Justru Minim Siswa

Ada beberapa sekolah yang hanya mendapat peserta didik baru kurang dari 10 anak. 

Seperti disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Malang Rudiyanto. 

Dia menyebut bila kekosongan pagu saat PPDB sering dialami beberapa SMP swasta. 

Misalnya saja pada tahun sebelumnya. 

Rudi menyebut ada sekitar tiga sekolah yang tak menerima siswa baru. 

Rudi mengatakan, bila kekosongan pagu itu terjadi silih berganti. 

Karena itu, ada beberapa sekolah yang memilih memangkas rombongan belajar (rombel). 

Itu dialami paling parah sejak diberlakukannya sistem zonasi pada PPDB sekolah negeri. 

Sehingga, SMP swasta yang berada di wilayah berdekatan dengan negeri mengalami penurunan jumlah siswa.

Kepala SMP Kartini Yasri Mudji Nurwantodjo membenarkan bila tahun ini pihaknya tak berhasil mendapat siswa baru. 

Dia sudah menyangka bila peminat sekolahnya akan menyusut secara drastis. 

Terlebih pada PPDB tahun sebelumnya, Mudji hanya menerima dua siswa baru. 

Sedangkan dua tahun sebelumnya hanya ada lima siswa. 

Baca Juga: SMA SMK Swasta di Kota Malang Ketar Ketir Kurang Siswa, Tahun Lalu Mayoritas Sekolah Gagal Penuhi Pagu

”Total siswa kami saat ini tujuh orang,” bebernya. 

Padahal pagu yang dibuka setiap tahun mencapai 20 kursi. 

Penurunan jumlah siswa baru itu dirasakan pihaknya sejak empat tahun terakhir. 

Sebelum itu, dia mengaku masih bisa memperoleh 13 hingga 15 siswa. 

Namun, kian tahun angkanya kian menyusut. 

Minimnya jumlah siswa itu karena mayoritas siswa terserap di sekolah negeri. 

”Dulu, warga Bareng, Sukun dan Bandulan sekolahnya di sini. Namun sekarang sudah memilih ke SMP negeri,” papar Mudji. 

Kendati tak menerima siswa baru, Mudji tak khawatir dengan guru yang mengajar di SMP Kartini Yasri. 

Itu karena seluruh guru masih berstatus Guru Tidak Tetap (GTT). 

Sehingga dapat mengambil jam pelajaran di sekolah lain. 

Dia menyebut bila kekosongan kelas akan dimanfaatkan untuk ruangan lain sembari menunggu pendaftar baru. 

”Sampai sekarang kami masih menerima siswa baru, harapannya ada yang mendaftar,” tambahnya.

Senada dengannya, Kepala SMPI Baiturrohmah Malang Luluk Badriyah juga mengakui kekosongan pagu. 

”Dari pondok belum bisa masuk ke sekolah kami,” ungkapnya. 

Dia menyebut bila pihaknya masih menunggu siswa baru yang berniat mendaftarkan diri. 

Luluk enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait animo PPDB dari tahun ke tahun. (ori/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Tak Kebagian #siswa baru #Kota Malang #SMP swasta