MALANG KOTA - Universitas Islam Malang (Unisma) sukses menjadi salah satu penyelenggara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan ke-4.
Sebanyak 65 mahasiswa dari 38 kampus di Indonesia telah mengikuti kegiatan belajar di Unisma selama satu semester.
Mereka resmi dilepas oleh Rektor Unisma Pada Senin (23/7).
Dalam acara yang digelar di Lantai 7 Gedung Pasca sarjana Unisma tersebut para mahasiswa PMM mengenakan pakaian adat dari masing-masing daerah.
Untuk kemudian ditampilkan di depan tamu undangan.
Rektor Unisma Prof Junaidi menyebutkan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah mulai Aceh, Medan hingga Maluku tersebut sudah menjadi bagian dari Unisma.
“Meskipun satu semester, tapi sudah dicatat sebagai alumni Unisma,” tuturnya. Kabar baik tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh para Mahasiswa PMM tersebut.
Terlebih Prof junaidi menambahkan bahwa mereka juga berhak mendapatkan keringanan biaya apabila melanjutkan S2 di Unisma.
“Apabila ada jurusan yang dituju di Unisma, maka bisa dapat potongan pembiayaa uamselaku alumni Unisma,” imbuhnya.
Hal tersebut diharapkan akan semakin merekatkan tali silaturahmi dan jalinan kerjasama.
Sesuai dengan tema yakni “Bertukar Sementara Bermakna Selamanya,” diharapkan kegiatan pertukaran tersebut memberikan makna dan kenangan tersendiri bagi para mahasiswa.
Prof Junaidi juga berterima kasih kepada para mahasiswa yang sudah memilih Unisma sebagai kampus tujuan program PMM.
“Kami berharap kalian merekomendasikan Unisma kepada adek kelas yang akan mengikuti PMM angkatan ke 5,” imbuhnya
Sementara itu Pjs Wakil Rektor 1 Unisma Dr Rodi Balavia Bardani menjelaskan mengungkapkan sebanyak 23 Unisma juga mengikuti kegiatan yang sama di 17 perguruan tinggi di Indonesia.
“Mulai dari Sumatra, Lombok hingga Papua,” tuturnya.
Program PMM tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman akademis dan budaya yang berharga bagi para mahasiswa, serta mempererat hubungan antar perguruan tinggi di Indonesia.
Acara pelepasan ini menandai komitmen Unisma dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas pendidikan di Indonesia. dur/
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana