Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga SMP Swasta di Kota Malang Malah Tambah Rombel, Begini Kata MKKS

Bayu Mulya Putra • Jumat, 26 Juli 2024 | 17:51 WIB
PEMINAT BERTAMBAH: Pembelajaran berlangsung di salah satu ruang kelas di SMP Taman Siswa, kemarin (25/7). Mereka menerima 156 siswa baru.
PEMINAT BERTAMBAH: Pembelajaran berlangsung di salah satu ruang kelas di SMP Taman Siswa, kemarin (25/7). Mereka menerima 156 siswa baru.

MALANG KOTA – Problem kekurangan siswa baru di beberapa SMP swasta berbanding terbalik di beberapa sekolah.

Ada tiga SMP swasta yang menerima pendaftar melebihi kuota.

Itu membuat sekolah tersebut menambah rombongan belajar (rombel).

Sekolah tersebut yakni SMP Ma’arif 01 Nurul Muttaqin, SMP Taman Siswa (Taman Dewasa) dan SMP Islam Nailul Falaah.

Kabar tersebut disampaikan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta Kota Malang Rudiyanto.

Dia menyebut, penambahan rombel di SMP swasta sah-sah saja.

Asalkan ada sarana dan prasarana yang mumpuni untuk menerima siswa yang lebih dari pagu.

”Terutama ruang kelas dan tenaga pendidiknya juga diperhatikan,” terangnya.

Berdasar data pokok pendidikan (Dapodik), jumlah minimal rombel di jenjang SMP yakni tiga.

Satu rombel idealnya diisi 32 siswa.

”Tapi kadang juga hanya ada yang buka satu rombel saja,” imbuhnya.

Di sisi lain, ada juga sekolah yang mengalami kesulitan mencari siswa baru.

Sehingga mereka membuka pagu yang kurang dari rombel.

Misalnya 15 hingga 20 siswa per rombel.

Penambahan rombel itu turut diakui Kepala SMP Taman Siswa (Taman Dewasa) Suyana.

Dia menyebut, animo pendaftar di sekolahnya melebihi prediksi pada tahun ini.

Sebenarnya, ambang batas kursi yang disediakan SMP Taman Siswa sebanyak 90 kursi atau tiga rombel.

Itu terhitung dari prediksi tahun sebelumnya.

Namun, seusai pengumuman jalur zonasi SMP negeri, pendaftarnya tembus 200 orang.

”Kami terima sebanyak 156 siswa baru,” bebernya.

Artinya ada penambahan sebanyak 66 kursi atau dua rombel.

Senada dengannya, Kepala SMP Ma’arif 01 Nurul Muttaqin Muhammad Khosim Al Khusairi juga membenarkan adanya penambahan rombel.

Awalnya, sekolah menentukan ambang batas penerimaan sebanyak 128 kursi.

Namun, pendaftar yang diterima sebanyak 133 siswa.

”Kalau nambah lima saja tidak boleh, harus tambah satu rombel,” ungkapnya. (ori/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#rombel #tambah #SMP swasta di kota malang