Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perkuat Pendidikan Inklusi, Disdikbud Kota Malang Terapkan Terobosan Pembelajaran ABK

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 30 Juli 2024 | 17:41 WIB
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berinteraksi dengan siswa dalam pembelajaran inklusi
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berinteraksi dengan siswa dalam pembelajaran inklusi

MALANG KOTA - Inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik yang optimal dan inklusif kini menjadi sebuah keharusan.

Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, melalui SMP Negeri 2 Kota Malang, memperkenalkan sebuah terobosan pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus dengan program Sinau Mandiri Bersama Anak Satwimaba Istimewa (SIMBA ASIA).

Program serupa juga diadopsi oleh SMP Negeri 13 Kota Malang dengan metode pembelajaran bernama Layanan Siswa Istimewa Galas Berwirausaha (NASI TIGA BERAS).

Kedua inovasi pembelajaran ini adalah respons terhadap kebutuhan pembelajaran diferensiasi untuk siswa berkebutuhan khusus.

Keduanya mengikuti kurikulum nasional Merdeka Belajar, yang diharapkan dapat mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus secara optimal.

SIMBA ASIA dan NASI TIGA BERAS merupakan implementasi dari konsep Merdeka Belajar untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Kepala SMPN 2 Kota Malang, Riatiningsih, S.Pd, MM, menjelaskan bahwa inovasi SIMBA ASIA mulai diterapkan sejak tahun 2023.

Setelah melakukan asesmen, ditemukan 17 anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pendampingan khusus.

Mereka memiliki berbagai kebutuhan khusus seperti tunagrahita, slow learner, gangguan belajar spesifik, intellectual disability, dan underachiever, yang menyebabkan hambatan akademis dan mental.

SIMBA ASIA hadir untuk memfasilitasi dan mengoptimalkan potensi siswa berkebutuhan khusus melalui pembelajaran yang berdiferensiasi dan bermakna agar mereka menjadi pribadi yang mandiri.

Program ini menggunakan dua pendekatan utama: pembekalan kemandirian dan Sahabat Siswa.

Dalam pembekalan kemandirian, siswa dilatih melakukan kegiatan sehari-hari seperti memasang kancing, menjahit sederhana, menggoreng telur, dan menyeterika.

Selain itu, program ini melibatkan siswa lain sebagai Sahabat Siswa untuk memberikan pendampingan sebaya dan membantu kemampuan adaptasi serta sosial siswa berkebutuhan khusus.

Riatiningsih menekankan bahwa tidak ada perbedaan materi pembelajaran antara siswa inklusi dan reguler, namun cara penyampaian dan penilaiannya berbeda.

SIMBA ASIA menerapkan prinsip 4P (Penyesuaian, Penyederhanaan, Penghilangan, dan Penggantian) untuk memberikan diferensiasi pembelajaran.

Awalnya, sekolah mengalami kesulitan dalam memberikan pemahaman kepada orang tua siswa mengenai program ini.

Namun, setelah diberikan penjelasan, dukungan dari orang tua meningkat.

Setelah penerapan SIMBA ASIA, 82% siswa berkebutuhan khusus mencapai rata-rata nilai akademik >80, dibandingkan dengan hanya 20% sebelumnya.

Selain itu, jumlah guru yang mampu menerapkan pembelajaran diferensiasi meningkat dari 15% menjadi 73%.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum & Guru BK SMPN 13 Kota Malang, Sinthian Susan, M.P, menjelaskan bahwa gagasan NASI TIGA BERAS sudah ada sejak tahun 2022.

Program ini adalah inovasi pembelajaran kontekstual dan kewirausahaan bagi siswa berkebutuhan khusus, dengan memberikan materi yang dikaitkan dengan kewirausahaan dan melatih siswa untuk menghasilkan produk seperti telur asin dan beternak ayam ras.

Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kepercayaan diri siswa inklusi dan mengembangkan potensi mereka.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, SE, MM, menyatakan bahwa banyak siswa berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah reguler.

Disdikbud berkomitmen untuk memberikan pelayanan tanpa membedakan kondisi siswa, meskipun keterbatasan guru pendamping khusus (GPK) menjadi tantangan.

Kreativitas dari pihak sekolah dan guru diperlukan agar siswa berkebutuhan khusus dapat terlayani dengan baik.

SIMBA ASIA dan NASI TIGA BERAS adalah hasil replikasi dari inovasi Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma'Siti) di SMP Negeri 10 Kota Malang, yang mendapat penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Klaster Pemerintah Kota Tahun 2023 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Inovasi ini juga membawa penghargaan untuk Pemkot Malang dalam Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi (PKRI) Pelayanan Publik Tahun 2024, di mana SIMBA ASIA dan NASI TIGA BERAS masuk 5 Terbaik Inovasi Kelompok Replikasi Inovasi Klaster Kota.

Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menyatakan dukungannya terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan untuk memfasilitasi siswa berkebutuhan khusus.

Ia berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan mendapat apresiasi, serta membantu mencapai tujuan pendidikan inklusif yang setara dengan siswa reguler, dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Inovasi layanan publik inklusif di Kota Malang bukanlah hal baru, dan sudah menjadi bagian dari komitmen Pemkot Malang dalam mewujudkan ekosistem inklusif secara berkelanjutan.

Beberapa inovasi lainnya termasuk Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa (Jarik Ma'Siti), BREXIT (Braille Eticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities), layanan pojok braille perpustakaan, dokumen kependudukan braille, dan layanan inklusi braille (Libra) untuk berbagai perizinan.(*/fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Inklusi #SMPN 2 #disdikbud #Kota Malang #abk