Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kebidanan FK UB Beri Pelatihan Penggunaan T-Piece Resuscitator pada Nakes di Malang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 8 Agustus 2024 | 17:44 WIB

Kebidanan FK UB Beri Pelatihan Penggunaan T-Piece Resuscitator pada Nakes di Malang
Kebidanan FK UB Beri Pelatihan Penggunaan T-Piece Resuscitator pada Nakes di Malang

MALANG - Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Kebidanan Fakultas Kedokteran (FKIP Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan penggunaan T-Piece Resuscitator untuk Resusitasi Neonatus di Puskesmas (PKM) Pamotan (14/6).

Kegiatan yang merupakan salah satu program Pengabdian Masyarakat Departemen Kebidanan FK UB tersebut melibatkan 35 Tenaga Kesehatan (Nakes) dari 7 Puskesmas di Kabupaten Malang, yang meliputi dokter umum, bidan dan perawat.

Pelaksanaan pelatihan dimulai pukul 10.00 yang diawali dengan pembukaan oleh Kepala Puskesmas Pamotan drg Bayu Hangga Wardana.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat di Malang, Biologi UB Beri Edukasi dan Pendalaman Ilmu Imunologi serta Workshop Pemanfaatan Natural Medicine untuk Guru Biologi

Ia menyebutkan data bahwa rata-rata puskesmas sudah mempunyai alat T-Piece resuscitator dengan merk Mix safe, yang merupakan fasilitas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat memberikan pengetahuan kepada Nakes dalam pertolongan bayi baru lahir.

“Sehingga akan menurunkan angka kematian bayi serta meningkatkan kualitas bayi yang lahir terutama di Kabupaten Malang,” tuturnya.

Angka kematian bayi sampai saat ini masih merupakan permasalahan di Indonesia, dengan sepertiga disebabkan oleh kematian neonatus.

Penyebab kematian neonatus terbanyak adalah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 28,2% dan Asfiksia (25,3%).

Nakes memegang peranan penting dalam usaha penurunan angka kematian neonatus, dengan kompetensi sebagai penolong persalinan atau kelahiran bayi.

Data dari DinkesKabupaten Malang, angka kematian bayi tahun 2023 sebanyak 324 bayi.

Pelatihan dilakukan oleh tim yang terdiri dari dr Ni Luh Putu Herli Mastuti SpA(K) M.Biomed, Nur Aini Retno Hastuti SST MKeb, serta melibatkan mahasiswa Oktin Irmawati dan Syarnia Cipta Nilandy. dr Ni Luh Putu Herli Mastuti SpA(K) M.Biomed menjelaskan tentang pengenalan alur resusitasi neonatus atau pertolongan bayi baru lahir, berdasarkan alur resusitasi neonatus dari Ikatan Doker Anak Indonesia tahun 2022.

Kemudian dilanjutkan dengan demontrasi pemakaian alat T-piece Resuscitator (Mix-safe). Pemberian materi juga disertai dengan pemutaran video resusitasi neonatus serta penggunaan T-piece Resuscitator (Mix-safe).

Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi kasus yang dilakukan oleh semua peserta dengan terbagi menjadi kelompok kelompok penolong persalinan.

Dalam satu tim terdiri dari 3 orang penolong, yang terdiri dari leader, asisten satu dan kedua.

Baca Juga: Tim Pengabdian Strategis MMD UB Ciptakan Game Cerita Rakyat Banyuwangi

Simulasi kasus dilakukan dengan mengambil kasus terbanyak yang ditemui peserta, antara lain bayi prematur, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) maupun bayi asfiksia.

Setelah dilakukan simulasi dilakukan diskusi oleh seluruh peserta pelatihan.

Pada akhir kegiatan juga dilakukan penyerahan kenang kenangan berupa selendang Kanguru sebagai salah satu peralatan dalam perawatan bayi bayi prematur kepada masing masing kecamatan. (dur/)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pelatihan #FK UB #Kebidanan #malang #Nakes