MALANG KOTA - Jumlah guru olahraga di jenjang SD negeri masih belum ideal.
Saat ini jumlah guru olahraga yang ada hanya sebanyak 88 orang.
Padahal, jumlah ideal guru olahraga mencapai 195 orang.
Baca Juga: Jumlah Guru PAI Jenjang SD di Kota Malang Belum Ideal
Kebutuhan itu sesuai dengan jumlah SD negeri yang mencapai 195 sekolah.
Artinya, Kota Malang membutuhkan tambahan 107 guru olahraga lagi.
Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Tujuwarno menyebut pihaknya masih mengandalkan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sementara usulan yang ditampung untuk formasi PPPK tahun ini mencapai 80 orang.
Jumlah tersebut masih dikatakan kurang.
Sebab, kebutuhan idealnya mencapai 107 orang.
”Ada 27 kursi lagi yang akan kosong setelah PPPK sudah disetujui,” jelas Tuju.
Pria asal Karangbesuki itu mengatakan, jumlah usulan formasi disesuaikan dengan guru olahraga yang sudah masuk Data Pokok Pendidikan (dapodik).
Berdasarkan data itu, formasi baru diusulkan untuk diangkat tahun 2025.
”Jumlah lulusannya memang sedikit, sementara acuan kami pada dapodik,” ucapnya.
Kekosongan guru olahraga bisa diisi oleh guru kelas yang cakap di bidangnya.
Namun, merangkap tugas membuat gurunya juga tak begitu maksimal mengajar.
Dirinya berusaha mengakomodir untuk menutup jumlah kekurangan guru SD negeri yang ada.
Baca Juga: Kota Malang Butuh 142 Guru Bahasa Inggris Jenjang SD
Terpisah, Plt Kepala SDN Merjosari 5 Nani Asriana mengakui kekosongan guru olahraga di sekolahnya.
Dirinya menyebut, guru tersebut telah purnatugas pada tahun sebelumnya.
Sementara dirinya telah mengajukan guru baru untuk mengisi kekosongan itu.
Namun, hingga kini belum ada guru definitif yang ditugaskan.
Sembari menunggu, Nani menuturkan guru tersebut sementara diampu oleh salah satu guru kelas.
Yang kebetulan guru tersebut juga sedikit banyak menguasai bidang olahraga meski bukan lulusan olahraga.
”Kadang juga kami minta tolong guru yang sudah pensiun untuk membantu mengajar,” papar dia. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana