Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tumbuhkan Jiwa Entrepeneur, Siswa SMPIT Insan Permata Gelar Karya Kewirausahaan

Didik Harianto • Senin, 2 September 2024 | 19:51 WIB
Photo
Photo

MALANG KOTA - Seluruh siswa SMPIT Insan Permata menggelar karya Projek Penguatan Profil Pancasila (P5). Kegiatan itu merupakan hasil pembelajaran masing-masing siswa yang mengusung tema Kewirausahaan. Mereka memamerkan hasil ide kreatifnya di halaman sekolah pada Sabtu (31/8) lalu.

Kepala SMPIT Insan Permata Anang Tri Wahyudi mengatakan, ada sebanyak empat jenjang kelas yang unjuk karya. Yakni kelas tujuh, delapan, sembilan dan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK). Masing-masing jenjang akan diberikan kesempatan untuk mengunjungi beberapa instansi.

Untuk kelas tujuh, mereka melakukan kunjungan ke BBPMV BOE Malang, Polresta Malang, Poltekkes Kemenes dan BMKG Malang. Sementara kelas delapan, bisa memilih lokasi magang sesuai bakat dan minatnya. Dari sana, Anang menyebut akan mencarikan lokasi yang sesuai kemampuan siswa. Misalnya, Fakultas Kedokteran UNISMA, RRI Malang, Lab Polbangtan UB, Peternakan Kambing Ponpes Andalusia dan lain-lain. “Mereka bisa langsung belajar di sana selama empat hari dan memamerkan hasilnya di sini,” jelasnya.

Penampilan siswa PDBK
Penampilan siswa PDBK

Sedangkan kelas sembilan magang di instansi seperti peternakan kambing Green Farm, Yoghurt Mahim, Abatha Produk dan lain sebagainya. Setelah menyerap ilmu dari magang, mereka diminta melakukan eksplorasi untuk membuat laporan dan dijual saat gelar karya berlangsung.

Praktik membuat es boba sesuai materi yang diterima ketika magang
Praktik membuat es boba sesuai materi yang diterima ketika magang

Menariknya, sebagai sekolah inklusi, SMPIT Insan Permata juga memberdayakan siswanya yang berkebutuhan khusus. Anang menyebut, ada 11 PDBK yang diikutkan dalam gelar karya. Mereka akan diajarkan keterampilan membuat produk. “Kami buatkan proyek sendiri yang menitikberatkan pada vokasi,” bebernya.

Dengan demikian, Anang mengatakan dapat mengasah saraf motorik dari PDBK itu sendiri. Itu karena hambatan masing-masing siswa berbeda. Namun, Guru Pendamping Khusus (GPK) akan senantiasa mendampingi dalam setiap prosesnya. “Hasilnya juga kami lelang di acara gelar karya ini,” ungkap dia.

Siswa mempresentasikan hasil kunjungan kepada orang tua
Siswa mempresentasikan hasil kunjungan kepada orang tua

Anang berharap, kegiatan P5 tidak hanya sekadar menggelar karya saja. Namun, memberikan edukasi kepada siswa bagaimana cara berproses mengenai suatu hal. Sehingga, siswa mampu berpikir sekreatif mungkin untuk ke depannya. “Target kami bisa unggul juga secara akademik maupun non akademik,” kata Anang.

Penampilan dan presentasi berdasar profesi
Penampilan dan presentasi berdasar profesi

Lebih lanjut, salah satu wali murid kelas sembilan dr Maemun Zulhaidah Arthamim mengatakan, sangat terkesan bisa menyekolahkan anaknya di SMPIT Insan Permata. Anaknya merupakan salah satu PDBK di sana. Namun, penanganan pendidikannya memberikan pendidikan sangat luar biasa. “Alhamdulillah perkembangannya sangat jauh sekali sekarang anak saya juga sudah berani tampil di depan umum,” ungkap dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) itu. (ori/)

Editor : Didik Harianto
#Insan Permata #Insan Permata Malang