KOTA MALANG – SDN Tunjungsekar 1 gelar pelatihan pengembangan sekolah digital dan membatik, bersama PT. PLN Persero, Tbk Agustus lalu.
Acara ini digelar dalam rangkaian Corporate Social Responsibility (CSR) PT. PLN Persero, Tbk untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Brugge.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada 24 sampai 25 Agustus, untuk pelatihan sekolah digital, dan tanggal 7 September 2024 untuk pelatihan membatik, dengan peserta: seluruh guru dan karyawan SDN Tunjungsekar 1, Forum Komunikasi Kelas (FKK) SDN Tunjungsekar 1, perwakilan guru se gugus 8 Kecamatan Lowokwaru, perwakilan guru dari luar kecamatan Lowokwaru, dan Masyarakat sekitar SDN Tunjungsekar 1.
Baca Juga: SDN Tunjungsekar 1 Kota Malang Dapat Bantuan CSR PLN
“Karena ini adalah amanah yang luar biasa dari PT. PLN Persero, Tbk. Kami akan memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan sebaik mungkin untuk kemajuan sekolah yang lebih baik lagi,” ungkap PIC Program SD Brugge Dra Sri Astuti.
Saat ini, SDN Tunjungsekar 1 memiliki 56 komputer, 2 server, LCD Projektor dan jaringan wifi di semua kelas dan ruangan, serta Microsoft One Drive sebesar 1 tera untuk tiap guru.
Pada Jumat (24/8), peserta diajari membuat website blog oleh Guru IT SD Brugge Syah Risaldi Nur Imanu SPd.
Dengan workshop ini, diharapkan guru bisa lebih efisen waktu dan biaya untuk penggunaan perangkat pembelajaran, dan serta menyajikan pembelajaran yang lebih menyenangkan kepada siswa.
Lalu, ada materi pengembangan sekolah digital dan kurikulum merdeka oleh Pengawas SD Nagilah SPd MPd.
Baca Juga: Srikandi PLN UIP JBTB Terjun Langsung Bersihkan Sungai Gedang Klutuk di Batu
Keesokan harinya (25/8), ada materi kebijakan sekolah digital oleh Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM.
Dalam materinya, Suwarjana berpesan pentingnya mengkombinasikan antara pembelajaran umum dengan era digital saat ini.
“Guru tidak boleh dan jangan sampai ketinggalan jaman! Jangan sampai siswa kita sudah di Jakarta, gurunya masih nyaman di Malang”, pesannya.
Di saat yang sama ada ceremonial nyanting ke kain secara langsung oleh Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM.
Acara dilanjutkan dengan workshop mengisi website blog sampai dengan sore hari.
Untuk materi terakhir adalah praktek membatik dengan tema “batik sekartunjung” yang dilaksakan pada Sabtu (7/9) mendatang.
Kuota peserta yang awalnya 100 orang, membengkak menjadi 200 karena antusias yang luar biasa dari warga SD Brugge, sekolah sekitar, dan masyarakat di sekitar sekolah.
Kepala SDN Tunjungsekar 1 Budi Hartono MMPd , “terima kasih kepada PT. PLN Persero, Tbk yang sudah membantu memfasilitasi sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah kami. Ke depan kami sedang merancang untuk membuat UMKM Batik yang ada di SD Brugge yang bisa dimanfaatkan untuk memamerkan hasil karya warga SD Brugge”. (bes/)