MALANG KOTA - Proses rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak sudah berjalan sejak pertengahan tahun lalu.
Totalnya ada 33 lembaga sekolah yang mendapat renovasi.
Sampai awal bulan ini, progres pengerjaannya mencapai 60 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim menyebut, ada 18 sekolah yang ditangani lewat APBN.
Sementara 15 sekolah lainnya direnovasi lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Malang.
Proses rehabilitasi fisik bangunan sekolah itu tak semua selesai bersamaan. Itu karena waktu pengerjaannya juga berbeda.
Baca Juga: Butuh Rp 7 Miliar! Disdikbud Kota Malang Usul Anggaran untuk Rehabilitasi 58 Sekolah
Selain itu, tingkat kerusakannya juga tak sama.
”Ada yang masih (berjalan) 40 persen juga kalau rusaknya agak parah,” kata Muflikh.
Terlebih, untuk sekolah yang dianggarkan lewat PAK. Sebab, proses renovasinya baru dimulai pada bulan Agustus lalu.
Sehingga, wajar jika pembangunannya masih menyentuh 10 hingga 20 persen.
Kendati begitu, dia memastikan bila pihaknya akan terus memantau progres rehabilitasi di setiap sekolah.
Muflikh optimistis proses rehabilitasi bisa dirampungkan tahun ini.
Tepatnya pada bulan Desember mendatang. Sebab, kini pihaknya juga fokus membahas perencanaan anggaran untuk rehabilitasi sekolah tahun depan.
Baca Juga: SDN Tunjungsekar 1 dan PLN Gelar Pelatihan Pengembangan Sekolah Digital dan Membatik
Terpisah, Kepala SD Negeri Percobaan 2 Suko Pramono mengatakan, sekolahnya mendapat jatah renovasi tahun ini.
Khususnya untuk perbaikan atap gedung yang sudah keropos.
Alokasi dana yang digelontorkan dari APBD mencapai Rp 198 juta.
Progresnya kini sudah mencapai 60 persen.
Pihaknya sangat senang mendapat kesempatan tersebut.
”Kami baru mulai awal Agustus lalu, targetnya selesai pada bulan Oktober,” ujarnya. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana