Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Insentif untuk 695 Guru Madin Kota Malang Mulai Cair

Bayu Mulya Putra • Minggu, 8 September 2024 | 02:00 WIB
TAHAP PERTAMA: Salah satu guru Madrasah Diniyah ArRohmah menguji bacaan Alquran siswinya, beberapa waktu lalu.
TAHAP PERTAMA: Salah satu guru Madrasah Diniyah ArRohmah menguji bacaan Alquran siswinya, beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA - Sebanyak 695 guru madrasah diniyah (madin) di Kota Malang telah menerima insentif tahap pertama.

Pencairan itu telah mengalir ke rekening masing-masing guru pada pertengahan bulan Agustus lalu.

Total anggaran yang disampaikan mencapai Rp 2,5 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) PD dan Pondok Pesantren (Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Sukirman MPd mengatakan, pencairan insentif tersebut bersumber dari dua lembaga.

Yakni Pemkot Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Pemprov Jatim.

”Besarannya masing-masing 50 persen,” terangnya.

Sukirman menyebut, pencairan tersebut merupakan tahap pertama.

 Idealnya, insentif akan dicairkan selama dua kali dalam satu tahun.

Tahap pertama akan masuk pada pertengahan tahun, sementara tahap kedua akan dituntaskan pada akhir tahun.

Lebih lanjut, Kepala bidang (Kabid) Ketenagaan Disdikbud Kota Malang Tujuwarno menyebut, tak seluruh guru akan mendapat insentif itu.

Sebab, bantuan itu hanya diberikan pada guru madin yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi.

 ”Besarannya setiap guru menerima Rp 300 ribu per bulan,” paparnya.

Sehingga, sekali pencairan dana yang diterima setiap guru mencapai Rp 1,8 juta per semester.

Total insentif yang diterima guru madin selama satu tahun mencapai Rp 3,6 juta. Untuk diketahui, di Kota Malang ada 269 madrasah diniyah. (ori/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pencairan #madin #insentif #guru #Kota Malang