Istilah ini mulai berkembang di era 1980an.
Ditujukan untuk menggambarkan domisili atau asal seseorang dari luar Kota Malang.
Namun tetap berada di Malang Raya.
Khususnya di wilayah Kabupaten Malang.
Menurut Budayawan Malang Dwi Cahyono, istilah Malang Coret bermula dari plang yang berada di perbatasan Kabupaten Malang.
Dulu, masih banyak tulisan ”Malang”, kemudian dicoret.
Itu untuk penanda sebuah sudah memasuki wilayah Kabupaten Malang.
”Malang coret ditujukan kepada warga Kabupaten Malang. Tetapi biasanya mereka beraktivitas, mulai dari pendidikan atau kerja di Kota Malang,” terang Dwi.
Meskipun Kota Malang juga berdekatan dengan Kota Batu.
Dulu, istilah Malang Coret tidak digunakan untuk warga Batu.
Dalam perjalanannya, istilah itu juga digunakan menjadi candaan untuk sesama teman.
Contohnya, ”Alah Arek Malang Coret ae kakean gaya,” yang artinya, Anak dari luar Kota Malang jangan kebanyakan gaya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana