ADA beberapa kalimat umpatan khas Malang yang mulai jarang didengar.
Salah satunya yakni Makmu Kiper.
Tak ada makna khusus dibalik umpatan tersebut.
Umumnya kalimat itu disampaikan agar tongkrongan lebih cair.
”Sama seperti ungkapan Dengkulmu Anjlok, tidak ada arti khusus,” kata Dwi.
Umpatan-umpatan itu membuktikan bila Arek Malang cukup kreatif.
Selain bahasa yang biasa dibalik, ada juga umpatan-umpatan khas yang tidak dimiliki daerah lain.
Istilah kiper digunakan karena sepak bola sudah menjadi salah satu ciri khas Arek-Arek Malang sejak era 1980-an.
Pada kurun waktu itu, mulai banyak bermunculan klub-klub lokal.
Saat itu, pemain yang berposisi sebagai kiper umumnya mengenakan nomor punggung 1.
Angka satu itu lah yang bisa jadi alasan menyebut mak atau ibu sebagai kiper.
Karena itu, orang yang menerima umpatan makmu kiper biasanya punya jawaban khusus untuk lawan bicaranya.
Seperti ”Bapakku striker, aku mek suporter,”. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana