Sebanyak 11 mahasiswa terpilih dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA) diberangkatkan ke Malaysia. Mereka mengikuti Program Praktik Pengalaman Lapangan-Kandidat Sarjana Mengabdi (PPL-KSM) selama hampir sebulan, berangkat Kamis lalu (3/10) hingga 1 November mendatang. “Ini adalah program yang merupakan bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan di FAI UNISMA. Tujuannya, memperluas relasi secara global dan membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, serta berwawasan internasional,” kata Dekan FAI UNISMA, Dr Drs KH Abdul Jalil, M.Pd.I.
Selama di Malaysia, para mahasiswa tersebut ditempatkan di empat lokasi, yang terdiri dari lembaga pendidikan dan lembaga peradilan di Malaysia, dimana keempat lembaga tersebut sudah bermitra dengan FAI UNISMA selama empat tahun terakhir. Keempat lembaga itu adalah: Madrasah Uthmaniyah Abim di Pulau Pinang, Sekolah Rendah Islam (SERI) Almaarif di Sungai Petani, Maahad Tahfidz Teh Samat, dan Mahkamah Syariah Pulau Pinang. “Keberlanjutan kerja sama ini mencerminkan komitmen FAI UNISMA dalam memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa,” tandas Abdul Jalil.
Ke-sebelas mahasiswa yang berangkat ke negeri jiran itu, dipilih dari beberapa jurusan atau program studi yang ada di FAI UNISMA. Yakni dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI); tiga mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam Ahwal Syakhshiyyah (HKI-AS); tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI); dan tiga mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Melalui program yang diikuti selama di Malaysia, diharapkan para mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori pendidikan atau hukum keluarga Islam. Tetapi juga terlibat langsung dalam pengajaran, bimbingan, serta praktik nyata di lembaga-lembaga tersebut. “Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memahami sistem pendidikan dan hukum syariah di negara lain, serta membangun jejaring internasional yang dapat mendukung karier mereka di masa depan,” tambah Abdul Jalil.
Sebelum berangkat ke Malaysia, para mahasiswa tersebut diberikan motivasi dan nasehat dari Dekan FAI dan juga Rektor UNISMA, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D.
"Kegiatan ini akan menjadi bekal yang akan mengubah mindset kehidupan kalian di masa depan," kata Abdul Jalil kepada para mahasiswa sebelum berangkat ke Malaysia. Dia juga mengingatkan mahasiswa agar siap menghadapi segala tantangan dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
Pada kesempatan itu, Rektor UNISMA, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D menyampaikan bahwa tantangan budaya yang dikenal sebagai "sock culture" akan menjadi bagian dari pengalaman mereka. Namun, dia yakin mahasiswa FAI UNISMA mampu menyesuaikan diri dengan budaya, kebiasaan, dan kehidupan di Malaysia. "Kalian harus cekatan, cepat tanggap, dan ulet dalam menghadapi setiap keadaan. Niat awal untuk belajar harus selalu diperkuat agar kalian dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada di luar negeri," pesan Junaidi.
Ariska Farah Dilla, salah seorang peserta menyatakan kegembiraannya bisa terpilih mengikuti program PPL-KSM. “Mengikuti program PPL di luar negeri adalah kesempatan emas untuk memperluas wawasan, mengasah keterampilan, dan beradaptasi dalam lingkungan global. Ini bukan hanya tentang belajar, tetapi juga tentang menantang diri sendiri, membangun jaringan internasional, dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah,” kata mahasiswi semester 7 dari PGMI ini. Dia menambahkan, bahwa setiap langkah yang diambil di luar negeri adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat dalam karier mereka di masa mendatang.
Keberangkatan mahasiswa PPL-KSM ke luar negeri bukanlah hal baru bagi FAI UNISMA. Fakultas ini secara konsisten mengirimkan mahasiswa ke luar negeri setiap tahunnya sebagai bagian dari program internasionalisasi. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman global yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan fokus pada pengembangan kemampuan adaptasi, keterampilan komunikasi lintas budaya, dan wawasan global, FAI UNISMA berharap lulusan mereka tidak hanya kompeten dalam bidang akademis, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global.
Ke depan, FAI UNISMA berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program internasionalisasi ini dengan menambah destinasi negara tujuan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan serta peradilan syariah di berbagai negara.(bas)
Editor : Didik Harianto