Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ternyata Begini 13 Alasan 1.464 Anak tidak Sekolah di Kota Malang, Berikut Ini Temuan Pemkot

Bayu Mulya Putra • Minggu, 20 Oktober 2024 | 19:00 WIB
BERI PERHATIAN: Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan memimpin rapat koordinasi antar-perangkat daerah untuk penanganan anak tidak sekolah di Balai Kota, Kamis lalu (17/10)
BERI PERHATIAN: Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan memimpin rapat koordinasi antar-perangkat daerah untuk penanganan anak tidak sekolah di Balai Kota, Kamis lalu (17/10)

MALANG KOTA - Verifikasi terhadap anak tidak sekolah terus dilakukan Pemkot Malang.

Hingga Kamis lalu (17/10), sekitar 25 persen dari total anak yang diduga tidak sekolah telah terverifikasi Pemkot Malang.

Jika dikonversi ke angka, ada 1.464 anak yang sudah didata Pemkot Malang.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Kota Malang ada 5.655 anak yang tidak sekolah.

Itu merupakan data dari pemerintah pusat.

Semua anak tersebut masuk dalam tiga kategori.

Yang pertama yakni anak yang memang tidak pernah sekolah.

Selanjutnya anak yang drop out atau dikeluarkan dari sekolah.

Kategori ketiga yakni anak yang tidak lulus kemudian tidak melanjutkan sekolah.

Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menyampaikan, berdasar data itu, pihaknya langsung membentuk satuan tugas (satgas) untuk melakukan verifikasi.

Tujuan dari satgas yakni mengetahui penyebab ribuan anak tersebut tidak melanjutkan pendidikan.

Dari temuan satgas, ada 13 alasan dari 1.464 anak tidak sekolah.

Seperti rumah yang jauh dari sekolah.

Selanjutnya yakni tidak ada biaya dan merasa sudah cukup dengan pendidikan yang dijalani.

Alasan lainnya yakni tidak memiliki akta kelahiran, mengalami perundungan, sudah menikah, dan tidak memiliki seragam.

Dari temuan alasan-alasan itu, Iwan menerangkan bila pemkot bisa melakukan intervensi.

Contohnya untuk anak yang tidak memiliki seragam.

Mereka akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

”Kalau yang perlu akta kami akan bantu membuatkan. Jika masalah biaya, nanti akan disalurkan melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat),” terang Iwan.

Pejabat yang juga berdinas di Kemendagri itu menambahkan, pendataan masih terus berlangsung.

Untuk itu, dia meminta satgas memperbarui data penanganan anak tidak sekolah.

Nanti, pemkot juga akan mengerahkan lurah dan camat untuk membantu kinerja satgas.

”Setelah pendataan selesai, nanti langsung ditentukan target berapa anak yang harus ditangani untuk sekolah lagi. Saya harap akhir tahun ini sudah ada progres,” tegas Iwan.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Malang Rahmadi Indra menyampaikan, penanganan kasus itu tidak hanya bisa dilakukan pemkot.

Menurut dia, pihak yang paling berperan mengurangi anak tidak sekolah yakni keluarga.

”Umumnya putus sekolah ini karena lingkungan atau temannya, kemudian kurangnya perhatian orang tua. Jika ada dukungan dari keluarga, pasti mereka melanjutkan pendidikan lagi,” ucap Indra.

Dia menambahkan, kebanyakan fenomena di Kota Malang terjadi pada tingkat SMP.

Untuk tingkat SD mungkin ada, namun hanya di beberapa wilayah tertentu seperti Kedungkandang.

”Kembali lagi, keluarga sangat berpengaruh. Agar anak terhindar dari pengaruh buruk,” tandasnya. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pemkot Malang #tidak sekolah