MALANG KOTA - Hari penganugerahan Lomba Literasi Sekolah (L2S) yang dilaksanakan di lantai 7 Malang Creative Center berlangsung meriah kemarin (20/11).
Lomba yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang itu diikuti 285 sekolah jenjang SD dan 116 sekolah jenjang SMP.
Selain sukses dalam penyelenggaraan, L2S tercatat sebagai lomba literasi pertama yang melibatkan seluruh sekolah swasta hingga negeri dalam satu kota.
Baca Juga: Lomba Literasi Sekolah Kota Malang Sukses Digelar, Sampai Jumpa Lagi Tahun Depan
Penghargaan literasi terbaik diberikan untuk kategori sekolah maupun peserta didik.
Masing-masing dipilih lima terbaik untuk jenjang SD maupun SMP.
SD Insan Amanah menjadi yang terbaik pertama jenjang SD.
Sedang kan SMPN 4 Malang menjadi terbaik pertama untuk tingkat SMP.
Sementara itu, penghargaan terbaik pertama literasi peserta didik diraih oleh Nabila Bilqis Azhara dari SDN Model dan Almira Zaheen Naifah Kusuma dari SMPN 10 Malang.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik Setda Kota Malang Tabrani, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya.
Suwarjana menjelaskan, L2S dilaksanakan untuk memperluas program literasi ke seluruh sekolah di Kota Malang.
Dia bersyukur karena seluruh proses lomba berjalan baik.
Mulai dari pengunggahan video, pengumuman 15 nominator, visistasi, hingga penentuan 5 nominator terbaik.
”Ada 500 hasil karya peserta didik dari jenjang SD dan SMP yang diseleksi,” tuturnya.
Pihaknya juga sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak dalam menyukseskan program L2S.
Dia berharap program literasi bisa semakin digencarkan dan merata di seluruh sekolah di Kota Malang.
Sementara itu Pj Wali Kota Malang melalui Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik Setda Kota Malang Tabrani menilai kegiatan literasi sangat penting untuk mewujudkan generasi emas 2045.
Menurutnya, budaya literasi menjadi tantangan tersendiri di tengah gempuran media sosial.
Kurangnya kematangan pola pikir sering membuat generasi muda tidak bisa memanfaatkan teknologi dengan maksimal.
”Kita perlu upaya lebih keras untuk meningkatkan budaya literasi. Ini menjadi tugas kita bersama. Salah satunya dengan kegiatan Lomba Literasi Sekolah seperti ini,” tanda nya. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana